<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Bakal Dorong Perbankan Kelas Menengah</title><description>Guna mencapai target 30 emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir  tahun ini, maka OJK mendorong perbankan kelas  menengah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/278/795919/ojk-bakal-dorong-perbankan-kelas-menengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/278/795919/ojk-bakal-dorong-perbankan-kelas-menengah"/><item><title>OJK Bakal Dorong Perbankan Kelas Menengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/278/795919/ojk-bakal-dorong-perbankan-kelas-menengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/278/795919/ojk-bakal-dorong-perbankan-kelas-menengah</guid><pubDate>Selasa 23 April 2013 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/23/278/795919/TnppaWOwkv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/23/278/795919/TnppaWOwkv.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Guna mencapai target 30 emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir tahun ini, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan kelas menengah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). &quot;Target 30 emiten tahun ini, maka kami akan dorong bank kelas menengah yang memiliki aset Rp500 miliar untuk listing di bursa,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Gedung BEI, Jakarta, semalam.Lebih lanjut dia menjelaskan, minat investor terhadap pasar modal masih cukup tinggi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perbankan kelas menengah untuk mendapatkan sumber pendanaan untuk pengembangan kinerja usahanya.&quot;Kita akan melakukan sosialisasi terhadap manfaat Initial Public Offering (IPO) tersebut. Tidak hanya kepada perbankan yang besar, tapi ke perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin),&quot;jelasnya.Muliaman menambahkan, banyak anggota Kadin memiliki kinerja baik, dengan menjadi perusahaan terbuka mereka akan dapat menambah kapitalisasinya dan bertransformasi&amp;nbsp; menjadi yang berkinerja baik.&quot;Kami juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk hal serupa,&amp;nbsp; karena banyak sekali perusahaan BUMN yang berpotensi untuk bergabung dengan BEI dan menambah variasi saham,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Guna mencapai target 30 emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir tahun ini, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan kelas menengah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). &quot;Target 30 emiten tahun ini, maka kami akan dorong bank kelas menengah yang memiliki aset Rp500 miliar untuk listing di bursa,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Gedung BEI, Jakarta, semalam.Lebih lanjut dia menjelaskan, minat investor terhadap pasar modal masih cukup tinggi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perbankan kelas menengah untuk mendapatkan sumber pendanaan untuk pengembangan kinerja usahanya.&quot;Kita akan melakukan sosialisasi terhadap manfaat Initial Public Offering (IPO) tersebut. Tidak hanya kepada perbankan yang besar, tapi ke perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin),&quot;jelasnya.Muliaman menambahkan, banyak anggota Kadin memiliki kinerja baik, dengan menjadi perusahaan terbuka mereka akan dapat menambah kapitalisasinya dan bertransformasi&amp;nbsp; menjadi yang berkinerja baik.&quot;Kami juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk hal serupa,&amp;nbsp; karena banyak sekali perusahaan BUMN yang berpotensi untuk bergabung dengan BEI dan menambah variasi saham,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
