<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA: Konglomerasi Dunia Bisnis Hal Wajar</title><description>Direktur Utama WIKA Bintang Prabowo mengatakan bahwa konglomerasi lebih mudah dilakukan oleh pihak swasta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/25/320/797460/wika-konglomerasi-dunia-bisnis-hal-wajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/25/320/797460/wika-konglomerasi-dunia-bisnis-hal-wajar"/><item><title>WIKA: Konglomerasi Dunia Bisnis Hal Wajar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/25/320/797460/wika-konglomerasi-dunia-bisnis-hal-wajar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/25/320/797460/wika-konglomerasi-dunia-bisnis-hal-wajar</guid><pubDate>Kamis 25 April 2013 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/25/320/797460/cxk37Dt0m2.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/25/320/797460/cxk37Dt0m2.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menilai sah dengan terjadinya konglomerasi di dunia bisnis, baik diperankan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun oleh pihak swasta.Direktur Utama WIKA Bintang Prabowo mengatakan bahwa konglomerasi lebih mudah dilakukan oleh pihak swasta.&quot;Konglomerasi, sebenarnya sah-sah saja, dari segi aturan banyak aturannya jika untuk BUMN, aturannya macam-macam, sebetulnya swasta lebih mudah dibandingkan BUMN,&quot; kata Bintang, saat konferensi pers, di Gedung Wika, Jakarta, Kamis (25/4/2013).Bintang melanjutkan fenomena yang saat ini terjadi, kebanyakan pihak-pihak yang meributkan hal mengenai konglomerasi yang dilakukan oleh perusahaan BUMN. Pasalnya, saat ini perusahaan BUMN hanya melakukan sinergi dengan sesama perusahaan BUMN.&quot;Ini BUMN baru sinergi saja sudah diributkan, dianggap berbahaya,&quot; jelasnya.Dapat diketahui, hingga Maret 2013, beberapa proyek yang telah didapat WIKA antara lain proyek perluasan gedung terminal tiga ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Proyek Trass &amp;amp; Limestone Handling System, Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan Air Sumber Pitu Kabupaten Kota Malang, Proyek Jetty Senoro, Proyek Pembangunan Kantor Bank Indonesia NTB, Pembangunan Universty Jospital di Universitas Indonesia, Proyek Apartement Balai Hinggil Surabaya, dan Apartement Dharma Husada. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menilai sah dengan terjadinya konglomerasi di dunia bisnis, baik diperankan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun oleh pihak swasta.Direktur Utama WIKA Bintang Prabowo mengatakan bahwa konglomerasi lebih mudah dilakukan oleh pihak swasta.&quot;Konglomerasi, sebenarnya sah-sah saja, dari segi aturan banyak aturannya jika untuk BUMN, aturannya macam-macam, sebetulnya swasta lebih mudah dibandingkan BUMN,&quot; kata Bintang, saat konferensi pers, di Gedung Wika, Jakarta, Kamis (25/4/2013).Bintang melanjutkan fenomena yang saat ini terjadi, kebanyakan pihak-pihak yang meributkan hal mengenai konglomerasi yang dilakukan oleh perusahaan BUMN. Pasalnya, saat ini perusahaan BUMN hanya melakukan sinergi dengan sesama perusahaan BUMN.&quot;Ini BUMN baru sinergi saja sudah diributkan, dianggap berbahaya,&quot; jelasnya.Dapat diketahui, hingga Maret 2013, beberapa proyek yang telah didapat WIKA antara lain proyek perluasan gedung terminal tiga ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Proyek Trass &amp;amp; Limestone Handling System, Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan Air Sumber Pitu Kabupaten Kota Malang, Proyek Jetty Senoro, Proyek Pembangunan Kantor Bank Indonesia NTB, Pembangunan Universty Jospital di Universitas Indonesia, Proyek Apartement Balai Hinggil Surabaya, dan Apartement Dharma Husada. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
