<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolak Dua Harga BBM!</title><description>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan tidak setuju dengan  mekanisme dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya, akan  ada dua penetapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/27/19/798525/tolak-dua-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/27/19/798525/tolak-dua-harga-bbm"/><item><title>Tolak Dua Harga BBM!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/27/19/798525/tolak-dua-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/27/19/798525/tolak-dua-harga-bbm</guid><pubDate>Sabtu 27 April 2013 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/27/19/798525/RYxX2XXWYE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/27/19/798525/RYxX2XXWYE.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan tidak setuju dengan mekanisme dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya, akan ada dua penetapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).&quot;Kami lebih pilih single price, harga tunggal, kalau dual price susah. Kan harus diarahkan milih SPBU mana,&quot; ungkap Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, saat menghadiri polemik Sindo Trijaya dengan Topik BBM Harga Ganda, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).Tulus menjelaskan, pernyataan Pertamina yang akan menetapkan SPBU mana yang menjual BBM subsidi Rp4.500 per liter dan harga BBM subsidi harga X ditentukan dengan lokasi yang dilalui kendaraan roda dua sepeda motor.&quot;Pertanyaannya, mana ada jalanan yang enggak ada sepeda motor, itu enggak mungkin, di gang saja ada sepeda motor ini akan menimbulkan konfilik tertentu di masyarakat,&quot; tegas Tulus.Tulus menuturkan, konflik yang akan ditimbulkan dari mekanisme dua harga BBM subsidi ini, menurut dia akan banyak penyimpangan.&quot;Yang biasa menjadi tukang ojek orang, akan menjadi ojek bensin. Yang biasa angkutan umum mengangkut orang, akan mengangkut bensin, dan akan menimbulkan SPBU-SPBU liar, secara konseptual tidak bagus,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan tidak setuju dengan mekanisme dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya, akan ada dua penetapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).&quot;Kami lebih pilih single price, harga tunggal, kalau dual price susah. Kan harus diarahkan milih SPBU mana,&quot; ungkap Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, saat menghadiri polemik Sindo Trijaya dengan Topik BBM Harga Ganda, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).Tulus menjelaskan, pernyataan Pertamina yang akan menetapkan SPBU mana yang menjual BBM subsidi Rp4.500 per liter dan harga BBM subsidi harga X ditentukan dengan lokasi yang dilalui kendaraan roda dua sepeda motor.&quot;Pertanyaannya, mana ada jalanan yang enggak ada sepeda motor, itu enggak mungkin, di gang saja ada sepeda motor ini akan menimbulkan konfilik tertentu di masyarakat,&quot; tegas Tulus.Tulus menuturkan, konflik yang akan ditimbulkan dari mekanisme dua harga BBM subsidi ini, menurut dia akan banyak penyimpangan.&quot;Yang biasa menjadi tukang ojek orang, akan menjadi ojek bensin. Yang biasa angkutan umum mengangkut orang, akan mengangkut bensin, dan akan menimbulkan SPBU-SPBU liar, secara konseptual tidak bagus,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
