<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> &quot;Makin Telat BBM Naik, Harga akan Mulai Naik&quot;</title><description>Langkah pemerintah yang menunda-nunda kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM)  bersubsidi malah berakibat negatif pada pergerakan harga-harga  komoditas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/28/19/798898/makin-telat-bbm-naik-harga-akan-mulai-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/28/19/798898/makin-telat-bbm-naik-harga-akan-mulai-naik"/><item><title> &quot;Makin Telat BBM Naik, Harga akan Mulai Naik&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/28/19/798898/makin-telat-bbm-naik-harga-akan-mulai-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/28/19/798898/makin-telat-bbm-naik-harga-akan-mulai-naik</guid><pubDate>Minggu 28 April 2013 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/28/19/798898/OzSVFPbm19.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/28/19/798898/OzSVFPbm19.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Langkah pemerintah yang menunda-nunda kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi malah berakibat negatif pada pergerakan harga-harga komoditas. Pasalnya, semakin lama kebijakan harga BBM ditetapkan, maka akan menimbulkan perspektif yang semakin tinggi secara kasat mata. &quot;Semakin telat BBM dinaikkan, maka harga-harga akan mulai naik, karena memang sudah dikatakan akan naik,&quot; kata pengamat ekonomi Komite Ekonomi Nasional (KEN) Nina septi Triaswati saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (28/4/2013).Di sisi lain, dia menilai saat ini sudah banyak terjadi penimbunan BBM bersubsidi meski kenaikan BBM belum diputuskan.&quot;Sekarang saja belum diumumkan kebijakan apa yang akan diambil tapi barang sudah hilang, banyak penimbunan. Untuk daerah-daerah yang barangnya sudah hilang, ini disebabkan pengawasannya yang tidak baik,&quot; katanya.Menurut dia, hal ini dapat dilihat dari kelangkaan yang terjadi pada Solar. Dia menambahkan, saat ini Solar sudah mengalami kelangkaan, padahal yang akan naik nantinya adalah premium. &quot;Tidak ada kesiapan dari pemerintah, jadi pencatatan siapa yang memakai subsidi tidak ada,&quot; tambah dia.Karenanya, dia memperkirakan kebijakan menaikkan harga BBM telah menimbulkan pasar gelap secara kasat mata. Nantinya, banyak sepeda motor dan mobil plat kuning mengubah tangkinya dengan yang lebih besar. &quot;Yang kita tanyakan siapa yang bertanggung jawab mengawasi ini?,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Langkah pemerintah yang menunda-nunda kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi malah berakibat negatif pada pergerakan harga-harga komoditas. Pasalnya, semakin lama kebijakan harga BBM ditetapkan, maka akan menimbulkan perspektif yang semakin tinggi secara kasat mata. &quot;Semakin telat BBM dinaikkan, maka harga-harga akan mulai naik, karena memang sudah dikatakan akan naik,&quot; kata pengamat ekonomi Komite Ekonomi Nasional (KEN) Nina septi Triaswati saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (28/4/2013).Di sisi lain, dia menilai saat ini sudah banyak terjadi penimbunan BBM bersubsidi meski kenaikan BBM belum diputuskan.&quot;Sekarang saja belum diumumkan kebijakan apa yang akan diambil tapi barang sudah hilang, banyak penimbunan. Untuk daerah-daerah yang barangnya sudah hilang, ini disebabkan pengawasannya yang tidak baik,&quot; katanya.Menurut dia, hal ini dapat dilihat dari kelangkaan yang terjadi pada Solar. Dia menambahkan, saat ini Solar sudah mengalami kelangkaan, padahal yang akan naik nantinya adalah premium. &quot;Tidak ada kesiapan dari pemerintah, jadi pencatatan siapa yang memakai subsidi tidak ada,&quot; tambah dia.Karenanya, dia memperkirakan kebijakan menaikkan harga BBM telah menimbulkan pasar gelap secara kasat mata. Nantinya, banyak sepeda motor dan mobil plat kuning mengubah tangkinya dengan yang lebih besar. &quot;Yang kita tanyakan siapa yang bertanggung jawab mengawasi ini?,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
