<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Korea Bidik Kulonprogo</title><description>Sebuah perusahaan asal Korea membidik Kulonprogo sebagai lokasi  investasi. Perusahaan yang memproduksi aksesori imitasi ini tengah  menjajaki calon lokasi pabrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/30/320/799717/investor-korea-bidik-kulonprogo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/30/320/799717/investor-korea-bidik-kulonprogo"/><item><title>Investor Korea Bidik Kulonprogo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/30/320/799717/investor-korea-bidik-kulonprogo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/30/320/799717/investor-korea-bidik-kulonprogo</guid><pubDate>Selasa 30 April 2013 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Sodik Arrasyid</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/30/320/799717/LrnKW9BtvX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/30/320/799717/LrnKW9BtvX.jpg</image><title></title></images><description>KULONPROGO - Sebuah perusahaan asal Korea membidik Kulonprogo sebagai lokasi investasi. Perusahaan yang memproduksi aksesori imitasi ini tengah menjajaki calon lokasi pabrik. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo, Niken Probolaras mengatakan, calon investor masih mencari lokasi yang cocok karena terkait dengan pembuangan limbah. &quot;Kami rekomendasi di Sentolo sesuai tata ruang, namun kalau mereka mau cari sendiri silahkan saja. Mereka sedang cari lokasi yang pas karena perusahaan ini menghasilkan limbah. Nah saluran pembuangannya yang masih dipertimbangkan,&quot; kata Niken, kepadda wartawan, Selasa (30/4/2013). Untuk mengatasi persoalan ini, BPMPT sudah mempertemukan calon investor dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH). Tujuannya mencari solusi apakah limbah boleh dibuang dengan resapan atau dibuang ke sungai tapi sudah diolah terlebih dahulu. Sejauh ini, KLH tidak mempersoalkan pembuangan limbah selama diolah terlebih dahulu. Sehingga limbah yang dibuang benar-benar tidak membahayakan. &quot;KLH sudah oke, dan sekarang tinggal menunggu kepastian saja,&quot; katanya.Dia menjelaskan, karena perusahaan ini merupakan perusahaan asing, instansinya siap membantu proses perizinan di BKPM. Dia menjamin, Pemkab tidak akan mempersulit perizinan selama perusahaan ini berkomitmen member kontribusi bagi Kulonprogo.&quot;Sejauh ini mereka menjamin bahwa sebagian besar tenaga kerja diprioritaskan warga Kulonprogo. Mungkin yang ahli di bidang tertentu baru dari mereka. Ini peluang buat kita. Mereka memproduksi aksesori imitasi kualitas ekspor,&quot; jelasnya.Niken menambahkan, secara rinci dirinya belum tahu persis nilai investasi yang akan ditanam di Kulonprogo. Dia hanya tahu, perusahaan hanya butuh lahan yang tidak terlalu luas antara 1-2 hektare saja. Jumlah karyawan pun tidak sampai ribuan orang. &quot;Yang penting prioritas warga Kulonprogo,&quot; tegasnya. (wan)</description><content:encoded>KULONPROGO - Sebuah perusahaan asal Korea membidik Kulonprogo sebagai lokasi investasi. Perusahaan yang memproduksi aksesori imitasi ini tengah menjajaki calon lokasi pabrik. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo, Niken Probolaras mengatakan, calon investor masih mencari lokasi yang cocok karena terkait dengan pembuangan limbah. &quot;Kami rekomendasi di Sentolo sesuai tata ruang, namun kalau mereka mau cari sendiri silahkan saja. Mereka sedang cari lokasi yang pas karena perusahaan ini menghasilkan limbah. Nah saluran pembuangannya yang masih dipertimbangkan,&quot; kata Niken, kepadda wartawan, Selasa (30/4/2013). Untuk mengatasi persoalan ini, BPMPT sudah mempertemukan calon investor dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH). Tujuannya mencari solusi apakah limbah boleh dibuang dengan resapan atau dibuang ke sungai tapi sudah diolah terlebih dahulu. Sejauh ini, KLH tidak mempersoalkan pembuangan limbah selama diolah terlebih dahulu. Sehingga limbah yang dibuang benar-benar tidak membahayakan. &quot;KLH sudah oke, dan sekarang tinggal menunggu kepastian saja,&quot; katanya.Dia menjelaskan, karena perusahaan ini merupakan perusahaan asing, instansinya siap membantu proses perizinan di BKPM. Dia menjamin, Pemkab tidak akan mempersulit perizinan selama perusahaan ini berkomitmen member kontribusi bagi Kulonprogo.&quot;Sejauh ini mereka menjamin bahwa sebagian besar tenaga kerja diprioritaskan warga Kulonprogo. Mungkin yang ahli di bidang tertentu baru dari mereka. Ini peluang buat kita. Mereka memproduksi aksesori imitasi kualitas ekspor,&quot; jelasnya.Niken menambahkan, secara rinci dirinya belum tahu persis nilai investasi yang akan ditanam di Kulonprogo. Dia hanya tahu, perusahaan hanya butuh lahan yang tidak terlalu luas antara 1-2 hektare saja. Jumlah karyawan pun tidak sampai ribuan orang. &quot;Yang penting prioritas warga Kulonprogo,&quot; tegasnya. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
