<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Infrastruktur Terhambat Bunga Bank</title><description>Guna melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur nasional maka  diperlukan sumber pembiayaan berjangka panjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801115/proyek-infrastruktur-terhambat-bunga-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801115/proyek-infrastruktur-terhambat-bunga-bank"/><item><title>Proyek Infrastruktur Terhambat Bunga Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801115/proyek-infrastruktur-terhambat-bunga-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801115/proyek-infrastruktur-terhambat-bunga-bank</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2013 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801115/3Do5wDGTvb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801115/3Do5wDGTvb.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Guna melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur nasional maka diperlukan sumber pembiayaan berjangka panjang. Namun, masih belum ditemukan sumber dana besar yang masih bersedia memberikan dengan bunga yang kecil.&quot;Karena proyek infrastruktur pengembalian dana yang lama sekitar 15 tahun, dibutuhkan adanya sumber pembiayaan jangka panjang,&quot; kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Dia menambahkan, Kadin telah&amp;nbsp; mengusulkan agar didirikan Bank yang khusunya membiayai proyek pembangunan infrastruktur nasional, sehingga bank tersebut sifatnya development, dengan bunga yang kecil.Menurutnya, proyek-proyek juga harus terus mengandalkan pemerintah, meskipun banyak swasta yang siap. Dia menjelaskan, kerjasama ini diperlukan, lantaran Indonesia harus mengejar proyek pembangunan infrastruktur. &quot;Karena kita sudah ketinggalan, kita harus kejar. Mau itu bank khusus atau kelembagaan, tapi yang penting ini harus dibahas, bagaimana kita mengejar pembangunan infrastruktur,&quot; jelasnya.Dia menilai, ini adalah salah satu penyebab MP3EI terlambat dalam perlaksanaannya, dikarenakan tingginya bunga yang ditawarkan dari bank, tidak seperti Jepang dan China yang mampu memberikan bunga di bawah 5 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Guna melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur nasional maka diperlukan sumber pembiayaan berjangka panjang. Namun, masih belum ditemukan sumber dana besar yang masih bersedia memberikan dengan bunga yang kecil.&quot;Karena proyek infrastruktur pengembalian dana yang lama sekitar 15 tahun, dibutuhkan adanya sumber pembiayaan jangka panjang,&quot; kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Dia menambahkan, Kadin telah&amp;nbsp; mengusulkan agar didirikan Bank yang khusunya membiayai proyek pembangunan infrastruktur nasional, sehingga bank tersebut sifatnya development, dengan bunga yang kecil.Menurutnya, proyek-proyek juga harus terus mengandalkan pemerintah, meskipun banyak swasta yang siap. Dia menjelaskan, kerjasama ini diperlukan, lantaran Indonesia harus mengejar proyek pembangunan infrastruktur. &quot;Karena kita sudah ketinggalan, kita harus kejar. Mau itu bank khusus atau kelembagaan, tapi yang penting ini harus dibahas, bagaimana kita mengejar pembangunan infrastruktur,&quot; jelasnya.Dia menilai, ini adalah salah satu penyebab MP3EI terlambat dalam perlaksanaannya, dikarenakan tingginya bunga yang ditawarkan dari bank, tidak seperti Jepang dan China yang mampu memberikan bunga di bawah 5 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
