<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Carrefour Klaim 70% Produk Holtikultura Buatan Lokal</title><description>Pengelola ritel Carrefour, PT Trans Retail Indonesia mencatat produk  hortikultura yang diperdagangkan di Carrefour hampir dikuasai oleh  produk lokal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801282/carrefour-klaim-70-produk-holtikultura-buatan-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801282/carrefour-klaim-70-produk-holtikultura-buatan-lokal"/><item><title>Carrefour Klaim 70% Produk Holtikultura Buatan Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801282/carrefour-klaim-70-produk-holtikultura-buatan-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801282/carrefour-klaim-70-produk-holtikultura-buatan-lokal</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2013 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801282/NTUDPjOgGz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801282/NTUDPjOgGz.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengelola ritel Carrefour, PT Trans Retail Indonesia mencatat produk hortikultura yang diperdagangkan di Carrefour hampir dikuasai oleh produk lokal. Ini terjadi semenjak diterbitkannya aturan impor oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).&quot;Komposisinya 50 persen produk lokal dan 50 persen impor di 2012. Tapi sekarang 70 persen lokal, dan 30 persen impor, semenjak diberlakukannya aturan impor,&quot; kata Head Of Public Affairs Trans Retail Indonesia, Satria Hamid di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Dengan demikian, dia mengatakan, masih ada beberapa kendala yang harus segera diupayakan terhadap pemeliharaan produk hortikultura. Kendala tersebut, seperti packaging yang menarik yang bertujuan dapat bersaing dengan produk impor.Sementara untuk daging, Satria menjelaskan bahwa harga daging di Carrefour masih di atas Rp90 ribu. Menurut dia, harga tinggi dikarenakan adanya penerapan sistem pasokan yang kurang baik dari pihak supplayer.&quot;Kalau daging masih tinggi, karena dari supplayer-nya masih tinggi harganya. Harganya masih di atas Rp90 ribu, suplainya juga bermasalah, terkendala oleh pemasokan mereka,&quot; kata dia.Tidak hanya itu, dia mengungkapkan tidak sedikit para pelanggan atau konsumen pembeli daging mempertanyakan melonjaknya harga daging. &quot;Ini karena kuota impornya dibatasi. Izin impornya sudah diatur, dan suplai lokal belum mencukupi,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelola ritel Carrefour, PT Trans Retail Indonesia mencatat produk hortikultura yang diperdagangkan di Carrefour hampir dikuasai oleh produk lokal. Ini terjadi semenjak diterbitkannya aturan impor oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).&quot;Komposisinya 50 persen produk lokal dan 50 persen impor di 2012. Tapi sekarang 70 persen lokal, dan 30 persen impor, semenjak diberlakukannya aturan impor,&quot; kata Head Of Public Affairs Trans Retail Indonesia, Satria Hamid di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Dengan demikian, dia mengatakan, masih ada beberapa kendala yang harus segera diupayakan terhadap pemeliharaan produk hortikultura. Kendala tersebut, seperti packaging yang menarik yang bertujuan dapat bersaing dengan produk impor.Sementara untuk daging, Satria menjelaskan bahwa harga daging di Carrefour masih di atas Rp90 ribu. Menurut dia, harga tinggi dikarenakan adanya penerapan sistem pasokan yang kurang baik dari pihak supplayer.&quot;Kalau daging masih tinggi, karena dari supplayer-nya masih tinggi harganya. Harganya masih di atas Rp90 ribu, suplainya juga bermasalah, terkendala oleh pemasokan mereka,&quot; kata dia.Tidak hanya itu, dia mengungkapkan tidak sedikit para pelanggan atau konsumen pembeli daging mempertanyakan melonjaknya harga daging. &quot;Ini karena kuota impornya dibatasi. Izin impornya sudah diatur, dan suplai lokal belum mencukupi,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
