<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Carrefour Gandeng Kemendag &amp; Kemenkop UKM</title><description>PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) mengklaim saat ini produk lokal di  Carrefour berjumlah 70 persen dari 40 ribu SKU yang ada di Carrefour.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801300/carrefour-gandeng-kemendag-kemenkop-ukm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801300/carrefour-gandeng-kemendag-kemenkop-ukm"/><item><title>Carrefour Gandeng Kemendag &amp; Kemenkop UKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801300/carrefour-gandeng-kemendag-kemenkop-ukm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/02/320/801300/carrefour-gandeng-kemendag-kemenkop-ukm</guid><pubDate>Kamis 02 Mei 2013 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801300/8NesVLV7B8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/02/320/801300/8NesVLV7B8.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) mengklaim saat ini produk lokal di Carrefour berjumlah 70 persen dari 40 ribu SKU yang ada di Carrefour. Produk tersebut, diharapkan bisa menguasai pasar Indonesia.&quot;Produk UKM yang ada di Carrefour tidak kurang 70 persen dari 4.000 stock keeping unit (SKU), kami menggunakan program pojok rakyat dari tahun kemarin,&quot; kata Head of External Commuunication and CSR Trans Retail Indonesia Hendrik Adrianto di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Hendrik melanjutkan, dalam mencari potensi-potensi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia, Carrefour telah bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan juga dengan Kementerian Koprasi dan UKM (Kemenkop-UKM).Tujuan dari kerjasama dengan dua institusi ini, yakni agar para konsumen mengetahui produk-produk unggulan dari daerah-daerah yang menjadi kontribusi bagi Carrefour. &quot;Pengembangan ini terintegrasi, Sudah menjadi perusahaan nasional,&quot; jelasnya..Menurut dia, dengan demikian maka produk-produk buatan dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor lainnya. &quot;Serta Produk-produk lokal dapat menjadi&amp;nbsp; tuan di pasar negaranya sendiri,&quot; tambahnya.Hendrik menjelaskan, kelemahan UKM di Indonesia saat ini adalah bersifat musiman, yakni selalu mengikuti tren produk yang sedang berkembang saja. &quot;Kalau kerupuk lagi tenar, semua kerupuk, dan seterusnya. Itulah fungsinya kita melakukan kerjasama ini,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) mengklaim saat ini produk lokal di Carrefour berjumlah 70 persen dari 40 ribu SKU yang ada di Carrefour. Produk tersebut, diharapkan bisa menguasai pasar Indonesia.&quot;Produk UKM yang ada di Carrefour tidak kurang 70 persen dari 4.000 stock keeping unit (SKU), kami menggunakan program pojok rakyat dari tahun kemarin,&quot; kata Head of External Commuunication and CSR Trans Retail Indonesia Hendrik Adrianto di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (2/5/2013).Hendrik melanjutkan, dalam mencari potensi-potensi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia, Carrefour telah bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan juga dengan Kementerian Koprasi dan UKM (Kemenkop-UKM).Tujuan dari kerjasama dengan dua institusi ini, yakni agar para konsumen mengetahui produk-produk unggulan dari daerah-daerah yang menjadi kontribusi bagi Carrefour. &quot;Pengembangan ini terintegrasi, Sudah menjadi perusahaan nasional,&quot; jelasnya..Menurut dia, dengan demikian maka produk-produk buatan dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor lainnya. &quot;Serta Produk-produk lokal dapat menjadi&amp;nbsp; tuan di pasar negaranya sendiri,&quot; tambahnya.Hendrik menjelaskan, kelemahan UKM di Indonesia saat ini adalah bersifat musiman, yakni selalu mengikuti tren produk yang sedang berkembang saja. &quot;Kalau kerupuk lagi tenar, semua kerupuk, dan seterusnya. Itulah fungsinya kita melakukan kerjasama ini,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
