<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbaiki Anjungan Migas, PHE Gelontorkan USD118 Juta</title><description>PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berencana  melakukan kegiatan proyek LIMA Subsidence Remediation.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/19/801874/perbaiki-anjungan-migas-phe-gelontorkan-usd118-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/19/801874/perbaiki-anjungan-migas-phe-gelontorkan-usd118-juta"/><item><title>Perbaiki Anjungan Migas, PHE Gelontorkan USD118 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/19/801874/perbaiki-anjungan-migas-phe-gelontorkan-usd118-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/19/801874/perbaiki-anjungan-migas-phe-gelontorkan-usd118-juta</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2013 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/03/19/801874/KMbICpU4xy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/03/19/801874/KMbICpU4xy.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berencana melakukan kegiatan proyek LIMA Subsidence Remediation. Proyek ini merupakan proyek perbaikan anjungan lepas pantai yang mengalami penurunan dasar laut, akibat kompaksi batuan jauh di dasar laut.&quot;Pengangkatan ini dilakukan untuk mencegah kerusakan peralatan anjungan akibat terkena ombak,&quot; Ungkap Manager Subservices PHE ONWJ Ahamad Jailani, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (3/5/2013).Ahmad mengatakan, saat ini anjungan tersebut masih beroperasi dengan baik. Namun, jika dibiarkan lebih lama dapat menyebabkan kondisi tidak aman untuk dioperasikan.&quot;Anjungan perlu ditinggikan (deck raising) setinggi empat meter untuk dapat beroperasi dengan baik dan aman dalam jangka panjang, prosesnya seperti mendongkrak anjungan,&quot; tambahnya.Lebih jauh dia menjelaskan, PHE ONWJ telah melaksanakan study engineering yang komprehensif, dengan persetujuan SKK migas untuk penentuan metode yang paling tepat secara teknis, biaya dan keselamatan untuk pekerjaan remediasi anjungan LIMA ini.&quot;PHE ONWJ akan mengerjakan Proyek LIMA Subsidence Remediation dengan cara pengangkatan anjungan LIMA Flowstation (tiga platform, dua platform bridge, dan satu flare bridge) secara bersama-sama dengan metode Synchronized Hydraulic Jacking System,&quot; kata Admad.Dia menambahkan, proses pengangkatan akan dimulai Agustus 2013, dan diharapkan selesai dalam waktu dua bulan. Menurutnya, ini merupakan aplikasi teknologi terbaru dengan skala terbesar di seluruh dunia. &quot;Proyek LIMA ini adalah yang pertama di Indonesia dan diperkirakan menghabiskan biaya sebesar USD118 juta,&quot; timpalnya.Selain itu, dia mengatakan, pada 2013 PHE ONJW juga akan melakukan kegiatan seismic 3D, pemboran 27 sumur dengan menggunakan tiga rig, pengembangan lapangan baru dan pemeliharaan fasilitas produksi.&quot;Pada 2011 kita telah melakukan pengeboran di dua sumur, 2012 membor empat sumur, dan tahun ini kita rencanakan melakukan pemboran 27 sumur,&quot; tutur dia.Lebih lanjut dia mengatakan, PHE ONWJ akan terus meningkatkan eksplorasi Migas di Pulau Jawa, seperti seismic sehingga dapat mendukung visi Pertamina menjadi perusahaan energi terdepan dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berencana melakukan kegiatan proyek LIMA Subsidence Remediation. Proyek ini merupakan proyek perbaikan anjungan lepas pantai yang mengalami penurunan dasar laut, akibat kompaksi batuan jauh di dasar laut.&quot;Pengangkatan ini dilakukan untuk mencegah kerusakan peralatan anjungan akibat terkena ombak,&quot; Ungkap Manager Subservices PHE ONWJ Ahamad Jailani, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (3/5/2013).Ahmad mengatakan, saat ini anjungan tersebut masih beroperasi dengan baik. Namun, jika dibiarkan lebih lama dapat menyebabkan kondisi tidak aman untuk dioperasikan.&quot;Anjungan perlu ditinggikan (deck raising) setinggi empat meter untuk dapat beroperasi dengan baik dan aman dalam jangka panjang, prosesnya seperti mendongkrak anjungan,&quot; tambahnya.Lebih jauh dia menjelaskan, PHE ONWJ telah melaksanakan study engineering yang komprehensif, dengan persetujuan SKK migas untuk penentuan metode yang paling tepat secara teknis, biaya dan keselamatan untuk pekerjaan remediasi anjungan LIMA ini.&quot;PHE ONWJ akan mengerjakan Proyek LIMA Subsidence Remediation dengan cara pengangkatan anjungan LIMA Flowstation (tiga platform, dua platform bridge, dan satu flare bridge) secara bersama-sama dengan metode Synchronized Hydraulic Jacking System,&quot; kata Admad.Dia menambahkan, proses pengangkatan akan dimulai Agustus 2013, dan diharapkan selesai dalam waktu dua bulan. Menurutnya, ini merupakan aplikasi teknologi terbaru dengan skala terbesar di seluruh dunia. &quot;Proyek LIMA ini adalah yang pertama di Indonesia dan diperkirakan menghabiskan biaya sebesar USD118 juta,&quot; timpalnya.Selain itu, dia mengatakan, pada 2013 PHE ONJW juga akan melakukan kegiatan seismic 3D, pemboran 27 sumur dengan menggunakan tiga rig, pengembangan lapangan baru dan pemeliharaan fasilitas produksi.&quot;Pada 2011 kita telah melakukan pengeboran di dua sumur, 2012 membor empat sumur, dan tahun ini kita rencanakan melakukan pemboran 27 sumur,&quot; tutur dia.Lebih lanjut dia mengatakan, PHE ONWJ akan terus meningkatkan eksplorasi Migas di Pulau Jawa, seperti seismic sehingga dapat mendukung visi Pertamina menjadi perusahaan energi terdepan dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
