<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Outlook Turun, Yield Obligasi RI Langsung Melonjak</title><description>Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor (S&amp;amp;P) Ratings Services  menurunkan prospek Indonesia menjadi stabil dari positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/20/801632/outlook-turun-yield-obligasi-ri-langsung-melonjak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/20/801632/outlook-turun-yield-obligasi-ri-langsung-melonjak"/><item><title> Outlook Turun, Yield Obligasi RI Langsung Melonjak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/20/801632/outlook-turun-yield-obligasi-ri-langsung-melonjak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/03/20/801632/outlook-turun-yield-obligasi-ri-langsung-melonjak</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2013 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/03/20/801632/3kApVHv7ta.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/03/20/801632/3kApVHv7ta.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor (S&amp;amp;P) Ratings Services menurunkan prospek Indonesia menjadi stabil dari positif. Penurunan rating ini, langsung disambut negatif oleh pasar sekunder.Akibatnya, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun meningkat dalam level tertinggi tiga mingguan. Rupiah juga turun lebih besar, sejak Januari.S&amp;amp;P merevisi pandangan pada utang negara menjadi stabil dari positif, karena momentum untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nampaknya sudah habis, lantaran pemerintah menunda-nunda kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meski demikian, S&amp;amp;P masih mempertahankan rating obligasi Indonesia di BB.Berdasarkan catatan, imbal hasil untuk obligasi yang jatuh tempo pada Mei 2023 naik lima basis poin menjadi 5,56 persen dari 5,625 persen, terbesar sejak 8 April. Padahal, obligasi tersebut sempat turun tujuh basis poin bulan lalu, setelah naik 38 basis poin pada kuartal pertama.&quot;Berita ini mungkin menjadi titik balik untuk memperbaiki untuk obligasi, setelah reli pada April karena investor mengevaluasi kembali Indonesia,&quot; kata analis PT Nusantara Capital Securities, I Made Adi Saputra, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (3/5/2013).Sementara untuk rupiah yang diperdagangkan di non-deliverable forward (NDF) turun 0,5 persen menjadi Rp9.790 per USD, penurunan terbesar sejak 28 Januari. Diberitakan sebelumnya, S&amp;amp;P menilai tingkat pengalihan dan penilaian risiko konvertibilitas di Indonesia tidak berubah, masih di BBB-. Lembaga pemeringkat ini juga menegaskan peringkat senior unsecured notes di BB+.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor (S&amp;amp;P) Ratings Services menurunkan prospek Indonesia menjadi stabil dari positif. Penurunan rating ini, langsung disambut negatif oleh pasar sekunder.Akibatnya, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun meningkat dalam level tertinggi tiga mingguan. Rupiah juga turun lebih besar, sejak Januari.S&amp;amp;P merevisi pandangan pada utang negara menjadi stabil dari positif, karena momentum untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nampaknya sudah habis, lantaran pemerintah menunda-nunda kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meski demikian, S&amp;amp;P masih mempertahankan rating obligasi Indonesia di BB.Berdasarkan catatan, imbal hasil untuk obligasi yang jatuh tempo pada Mei 2023 naik lima basis poin menjadi 5,56 persen dari 5,625 persen, terbesar sejak 8 April. Padahal, obligasi tersebut sempat turun tujuh basis poin bulan lalu, setelah naik 38 basis poin pada kuartal pertama.&quot;Berita ini mungkin menjadi titik balik untuk memperbaiki untuk obligasi, setelah reli pada April karena investor mengevaluasi kembali Indonesia,&quot; kata analis PT Nusantara Capital Securities, I Made Adi Saputra, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (3/5/2013).Sementara untuk rupiah yang diperdagangkan di non-deliverable forward (NDF) turun 0,5 persen menjadi Rp9.790 per USD, penurunan terbesar sejak 28 Januari. Diberitakan sebelumnya, S&amp;amp;P menilai tingkat pengalihan dan penilaian risiko konvertibilitas di Indonesia tidak berubah, masih di BBB-. Lembaga pemeringkat ini juga menegaskan peringkat senior unsecured notes di BB+.</content:encoded></item></channel></rss>
