<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Barang Modal Turun, PMTB Turun 5,99%</title><description>BPS mencatatkan pengeluaran ekonomi dalam komponen Pembentukan Modal  Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal I-2013 mengalami penurunan 5,99 persen  dari kuartal sebelumnya. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/20/802990/impor-barang-modal-turun-pmtb-turun-5-99</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/20/802990/impor-barang-modal-turun-pmtb-turun-5-99"/><item><title>Impor Barang Modal Turun, PMTB Turun 5,99%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/20/802990/impor-barang-modal-turun-pmtb-turun-5-99</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/20/802990/impor-barang-modal-turun-pmtb-turun-5-99</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2013 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/06/20/802990/9mUv8dC8c5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/06/20/802990/9mUv8dC8c5.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pengeluaran ekonomi dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal I-2013 mengalami penurunan 5,99 persen dari kuartal sebelumnya.PMTB tersebut menurun dari Rp729,7 triliun pada kuartal IV-2012 menjadi Rp686,8 triliun pada kuartal I-2013. Kepala BPS Suryamin mengatakan penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor barang modal.&quot;Ini dikarenakan turunnya impor barang modal seperti mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan sparepart, pesawat dan sparepart, terutama dari China dan Jepang,&quot; ungkap Suryamin di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2013).Selain itu, Suryamin menambahkan, komponen pengeluaran yang turun adalah pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 42,63 persen dari Rp232,9 pada kuartal IV-2012 menjadi Rp146,2 pada kuartal I-2013. Menurutnya, penyebab penurunan tersebut diakibatkan daya serap APBN menurun, rendahnya belanja modal dan penundaan belanja Kementrian Lembaga.Dia menambahkan, komponen ekspor barang dan jasa juga mengalami penurunan sebesar 4,33 persen dari Rp514,5 triliun pada kuartal IV-2012 menjadi Rp501 triliun pada kuartal I-2013.&quot;Penurunan ini turunnya ekspor batu bara dan CPO kita terutama ke China dan Jepang. Ekspor jasa menurun karena tingkat penurunan jasa hotel berbintang,&quot; tuturnya.Suryamin mengatakan impor juga menurun sebesar 13,2 persen. Dia melanjutkan, komponen yang mengalami peningkatan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 0,3 persen dari Rp1.174 triliun pada kuartal IV menjadi Rp1.194,3 triliun pada kuartal I-2013.&quot;Ini naik sedikit, ini seasonal saja setelah puncak konsumsi di kuartal III dan IV karena hari raya,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pengeluaran ekonomi dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal I-2013 mengalami penurunan 5,99 persen dari kuartal sebelumnya.PMTB tersebut menurun dari Rp729,7 triliun pada kuartal IV-2012 menjadi Rp686,8 triliun pada kuartal I-2013. Kepala BPS Suryamin mengatakan penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor barang modal.&quot;Ini dikarenakan turunnya impor barang modal seperti mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan sparepart, pesawat dan sparepart, terutama dari China dan Jepang,&quot; ungkap Suryamin di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (6/5/2013).Selain itu, Suryamin menambahkan, komponen pengeluaran yang turun adalah pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 42,63 persen dari Rp232,9 pada kuartal IV-2012 menjadi Rp146,2 pada kuartal I-2013. Menurutnya, penyebab penurunan tersebut diakibatkan daya serap APBN menurun, rendahnya belanja modal dan penundaan belanja Kementrian Lembaga.Dia menambahkan, komponen ekspor barang dan jasa juga mengalami penurunan sebesar 4,33 persen dari Rp514,5 triliun pada kuartal IV-2012 menjadi Rp501 triliun pada kuartal I-2013.&quot;Penurunan ini turunnya ekspor batu bara dan CPO kita terutama ke China dan Jepang. Ekspor jasa menurun karena tingkat penurunan jasa hotel berbintang,&quot; tuturnya.Suryamin mengatakan impor juga menurun sebesar 13,2 persen. Dia melanjutkan, komponen yang mengalami peningkatan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 0,3 persen dari Rp1.174 triliun pada kuartal IV menjadi Rp1.194,3 triliun pada kuartal I-2013.&quot;Ini naik sedikit, ini seasonal saja setelah puncak konsumsi di kuartal III dan IV karena hari raya,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
