<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian PU akan Bangun 13 Waduk Tahun Ini</title><description>Semua biaya waduk yang akan dibangun itu menggunakan APBN yang bersifat  &quot;multiyears&quot; karena jangka waktu pembangunan waduk membutuhkan waktu  tiga hingga lima tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/320/802974/kementerian-pu-akan-bangun-13-waduk-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/320/802974/kementerian-pu-akan-bangun-13-waduk-tahun-ini"/><item><title>Kementerian PU akan Bangun 13 Waduk Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/320/802974/kementerian-pu-akan-bangun-13-waduk-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/06/320/802974/kementerian-pu-akan-bangun-13-waduk-tahun-ini</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2013 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Timotius Aprianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/06/320/802974/Na7OIMwrOW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PU Djoko Kirmanto. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/06/320/802974/Na7OIMwrOW.jpg</image><title>Menteri PU Djoko Kirmanto. (Foto: Okezone)</title></images><description>SEMARANG - Kementrian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun sebanyak 13 waduk di sejumlah wilayah di Indonesia mulai tahun 2013 untuk mengatasi krisis air secara struktural. Semua biaya waduk yang akan dibangun itu menggunakan APBN yang bersifat &quot;multiyears&quot; karena jangka waktu pembangunan waduk membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun.&quot;Krisis air juga bisa diatasi secara nonstruktural seperti hutanisasi dan berperilaku tidak membuang sampah, baik di bantaran sungai maupun di badan-badan air,&quot; kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Semarang, Senin (6/5/20013).Hal tersebut disampaikan Menteri PU usai rangkaian kegiatan peringatan Hari Air Dunia XXI Tingkat Nasional Tahun 2013 di Kanal Banjir Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang dihadiri sejumlah pejabat terkait.Selain membangun waduk dan normalisasi sungai untuk mengatasi krisis air, katanya, masyarakat juga bisa melakukan pekerjaan nonstruktural yakni hutanisasi dan berperilaku tidak membuang sampah, baik di bantaran sungai maupun di badan-badan air.Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menambahkan bahwa selama ini Provinsi Jateng mampu mengelola air dengan baik. Menurut dia, indikasi dari hal tersebut adalah masyarakat Jateng bisa swasembada beras dan mempunyai ketahanan pangan yang kuat.&quot;Dengan memperingati hari air dunia ini mari kita selamatkan dan berdayakan air untuk kepentingan kesejahteraan semua masyarakat,&quot; kata mantan Pangdam IV/Diponegoro itu.</description><content:encoded>SEMARANG - Kementrian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun sebanyak 13 waduk di sejumlah wilayah di Indonesia mulai tahun 2013 untuk mengatasi krisis air secara struktural. Semua biaya waduk yang akan dibangun itu menggunakan APBN yang bersifat &quot;multiyears&quot; karena jangka waktu pembangunan waduk membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun.&quot;Krisis air juga bisa diatasi secara nonstruktural seperti hutanisasi dan berperilaku tidak membuang sampah, baik di bantaran sungai maupun di badan-badan air,&quot; kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Semarang, Senin (6/5/20013).Hal tersebut disampaikan Menteri PU usai rangkaian kegiatan peringatan Hari Air Dunia XXI Tingkat Nasional Tahun 2013 di Kanal Banjir Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang dihadiri sejumlah pejabat terkait.Selain membangun waduk dan normalisasi sungai untuk mengatasi krisis air, katanya, masyarakat juga bisa melakukan pekerjaan nonstruktural yakni hutanisasi dan berperilaku tidak membuang sampah, baik di bantaran sungai maupun di badan-badan air.Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menambahkan bahwa selama ini Provinsi Jateng mampu mengelola air dengan baik. Menurut dia, indikasi dari hal tersebut adalah masyarakat Jateng bisa swasembada beras dan mempunyai ketahanan pangan yang kuat.&quot;Dengan memperingati hari air dunia ini mari kita selamatkan dan berdayakan air untuk kepentingan kesejahteraan semua masyarakat,&quot; kata mantan Pangdam IV/Diponegoro itu.</content:encoded></item></channel></rss>
