<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan: Soal Inalum, Tinggal Tunggu Jepang Saja</title><description>Pemerintah saat ini tidak berencana untuk memperpanjang kontrak dengan  Nippon Asahan Aluminium Co Ltd.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/08/19/803954/dahlan-soal-inalum-tinggal-tunggu-jepang-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/08/19/803954/dahlan-soal-inalum-tinggal-tunggu-jepang-saja"/><item><title>Dahlan: Soal Inalum, Tinggal Tunggu Jepang Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/08/19/803954/dahlan-soal-inalum-tinggal-tunggu-jepang-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/08/19/803954/dahlan-soal-inalum-tinggal-tunggu-jepang-saja</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2013 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/08/19/803954/Qf0xMj1Mwt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/08/19/803954/Qf0xMj1Mwt.jpg</image><title>Menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kontrak PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan berakhir tahun ini. Namun, pemerintah saat ini tidak berencana untuk memperpanjang kontrak dengan Nippon Asahan Aluminium Co Ltd.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, proses PT Inalum menjadi BUMN hanya tinggal menunggu Jepang menyerahkan kepada BUMN. Karena, begitu diberikan otomatis 100 persen sahamnya menjadi milik pemerintah.&quot;Prosesnya tidak sulit. Karena begitu diserahkan oleh Jepang sudah langsung jadi BUMN, karena sahamnya langsung 100 persen milik pemerintah,&quot; kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/5/2013).Jika menjadi BUMN, maka pembagian saham PT Inalum tersebut akan dibahas oleh internal Indonesia. Meski demikian, belum dapat ditentukan apakah akan dibentuk BUMN baru atau yang sudah eksisting.&quot;Secara normatif, begitu diambil alih, sahamnya milik negara. Nanti 51 persennya akan milik BUMN, tapi dengan diawasi Perpres. Kita terbuka dikelola untuk BUMN,&quot; ujar Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Hadiyanto beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kontrak PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan berakhir tahun ini. Namun, pemerintah saat ini tidak berencana untuk memperpanjang kontrak dengan Nippon Asahan Aluminium Co Ltd.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, proses PT Inalum menjadi BUMN hanya tinggal menunggu Jepang menyerahkan kepada BUMN. Karena, begitu diberikan otomatis 100 persen sahamnya menjadi milik pemerintah.&quot;Prosesnya tidak sulit. Karena begitu diserahkan oleh Jepang sudah langsung jadi BUMN, karena sahamnya langsung 100 persen milik pemerintah,&quot; kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/5/2013).Jika menjadi BUMN, maka pembagian saham PT Inalum tersebut akan dibahas oleh internal Indonesia. Meski demikian, belum dapat ditentukan apakah akan dibentuk BUMN baru atau yang sudah eksisting.&quot;Secara normatif, begitu diambil alih, sahamnya milik negara. Nanti 51 persennya akan milik BUMN, tapi dengan diawasi Perpres. Kita terbuka dikelola untuk BUMN,&quot; ujar Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Hadiyanto beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
