<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Naik, Inflasi Bakal 'Loncat' ke 7%</title><description>Dengan adanya kenaikan ini, inflasi diperkirakan tidak akan melebihi  angka 7 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/10/20/805062/harga-bbm-naik-inflasi-bakal-loncat-ke-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/10/20/805062/harga-bbm-naik-inflasi-bakal-loncat-ke-7"/><item><title>Harga BBM Naik, Inflasi Bakal 'Loncat' ke 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/10/20/805062/harga-bbm-naik-inflasi-bakal-loncat-ke-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/10/20/805062/harga-bbm-naik-inflasi-bakal-loncat-ke-7</guid><pubDate>Jum'at 10 Mei 2013 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/10/20/805062/pmDK62YMv2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/10/20/805062/pmDK62YMv2.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi menjadi Rp6 ribu per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter,&amp;nbsp; dipastikan akan memberikan dampak terhadap inflasi. Namun, dengan adanya kenaikan ini, inflasi diperkirakan tidak akan melebihi angka 7 persen.&quot;Dampaknya hingga akhir tahun tidak lebih dari 7 persenlah,&quot; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang PS Brodjonegoro di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (10/5/2013).Meski demikian, dia mengungkapkan, asumsi inflasi sekira 7 persen tersebut, belum dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 yang telah diserahkan ke DPR. &quot;Itu baru menurut saya, nanti lihat saja di APBN-P,&quot; tambah dia.Dia menjelaskan, asumsi inflasi sampai akhir tahun dengan kenaikan BBM bersubsidi akan tercermin dari inflasi di Mei. Menurutnya, harga barang-barang akan naik karena kenaikan harga BBM ini.&quot;Namanya juga spekulasi. Tapi artinya itu akan tercermin di inflasi Mei, kalau April kan deflasi. Kalau ada spekulasi masih tertutup oleh panen, meski panen Mei tidak sebesar April,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi menjadi Rp6 ribu per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter,&amp;nbsp; dipastikan akan memberikan dampak terhadap inflasi. Namun, dengan adanya kenaikan ini, inflasi diperkirakan tidak akan melebihi angka 7 persen.&quot;Dampaknya hingga akhir tahun tidak lebih dari 7 persenlah,&quot; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang PS Brodjonegoro di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (10/5/2013).Meski demikian, dia mengungkapkan, asumsi inflasi sekira 7 persen tersebut, belum dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 yang telah diserahkan ke DPR. &quot;Itu baru menurut saya, nanti lihat saja di APBN-P,&quot; tambah dia.Dia menjelaskan, asumsi inflasi sampai akhir tahun dengan kenaikan BBM bersubsidi akan tercermin dari inflasi di Mei. Menurutnya, harga barang-barang akan naik karena kenaikan harga BBM ini.&quot;Namanya juga spekulasi. Tapi artinya itu akan tercermin di inflasi Mei, kalau April kan deflasi. Kalau ada spekulasi masih tertutup oleh panen, meski panen Mei tidak sebesar April,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
