<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPJS Harus Perhitungkan Demografi Negara</title><description>Menjelang peleburan beberapa lembaga menjadi Badan Penyelenggara Jaminan  Sosial (BPJS) pada 1 Januari 2014 banyak pertimbangan yang harus  dilakukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/13/320/805992/bpjs-harus-perhitungkan-demografi-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/13/320/805992/bpjs-harus-perhitungkan-demografi-negara"/><item><title>BPJS Harus Perhitungkan Demografi Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/13/320/805992/bpjs-harus-perhitungkan-demografi-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/13/320/805992/bpjs-harus-perhitungkan-demografi-negara</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2013 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/13/320/805992/WZj95KIeMm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo PT Jamsostek. (Foto: Situs Jamsostek)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/13/320/805992/WZj95KIeMm.jpg</image><title>Logo PT Jamsostek. (Foto: Situs Jamsostek)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang peleburan beberapa lembaga menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 Januari 2014 banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Pertimbangan tersebut, dilakukan agar tren BPJS mampu diarahkan menjadi lembaga dengan standar world class.Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, untuk pertama yang harus dicermati adalah tren mengenai demografi dunia. Demografi tersebut, seperti usia hidup masyarakat yang ada di sebuah negara.&quot;Selanjutnya, tren semakin tingginya kaum wanita, apakah tidak dipikirkan manfaat-manfaat antara wanita dan pria. Harus ada benefit khusus di wanita,&quot; ujar Elvyn saat keynote speech Seminar Nasional PT Jamsostek Menuju BPJS di JS Wallusa, Jakarta, Senin (13/5/2013).Dia melanjutkan, tren persiapan di aspek regulasi juga dinilai penting. Menurut Elvyn, aspek ini akan mendorong terciptanya BPJS yang baik. &quot;Sesungguhnya di pengelolaan BPJS ada megatren dalam menyiapkan BPJS, dengan Mini tren yang tersebar di negara-negara di dunia,&quot; katanya.Elvyn menambahkan, pemerintah juga harus memperhitungkan aspek bencana alam. &quot;Beberapa negara juga melihat tren perubahan iklim dengan jaminan sosial layaknya Filipina mengantisipasi angin topan,&quot; ujar Elvyn.Dia mengatakan, aspek tren accountability juga penting. Hal tersebut melihat kemampuan masyarakat membayar iuran. &quot;Megatren ini belum banyak disiapkan untuk BPJS untuk jangka panjang,&quot; ujar Elvyn.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang peleburan beberapa lembaga menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 Januari 2014 banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Pertimbangan tersebut, dilakukan agar tren BPJS mampu diarahkan menjadi lembaga dengan standar world class.Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, untuk pertama yang harus dicermati adalah tren mengenai demografi dunia. Demografi tersebut, seperti usia hidup masyarakat yang ada di sebuah negara.&quot;Selanjutnya, tren semakin tingginya kaum wanita, apakah tidak dipikirkan manfaat-manfaat antara wanita dan pria. Harus ada benefit khusus di wanita,&quot; ujar Elvyn saat keynote speech Seminar Nasional PT Jamsostek Menuju BPJS di JS Wallusa, Jakarta, Senin (13/5/2013).Dia melanjutkan, tren persiapan di aspek regulasi juga dinilai penting. Menurut Elvyn, aspek ini akan mendorong terciptanya BPJS yang baik. &quot;Sesungguhnya di pengelolaan BPJS ada megatren dalam menyiapkan BPJS, dengan Mini tren yang tersebar di negara-negara di dunia,&quot; katanya.Elvyn menambahkan, pemerintah juga harus memperhitungkan aspek bencana alam. &quot;Beberapa negara juga melihat tren perubahan iklim dengan jaminan sosial layaknya Filipina mengantisipasi angin topan,&quot; ujar Elvyn.Dia mengatakan, aspek tren accountability juga penting. Hal tersebut melihat kemampuan masyarakat membayar iuran. &quot;Megatren ini belum banyak disiapkan untuk BPJS untuk jangka panjang,&quot; ujar Elvyn.</content:encoded></item></channel></rss>
