<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Anggap Kelangkaan Elpiji Hanya Isu</title><description>Pertamina telah melakukan pengoperasian pasar terkait dengan kelangkaan  gas elpiji 3 kg tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/19/807383/pertamina-anggap-kelangkaan-elpiji-hanya-isu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/19/807383/pertamina-anggap-kelangkaan-elpiji-hanya-isu"/><item><title>Pertamina Anggap Kelangkaan Elpiji Hanya Isu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/19/807383/pertamina-anggap-kelangkaan-elpiji-hanya-isu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/19/807383/pertamina-anggap-kelangkaan-elpiji-hanya-isu</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2013 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/15/19/807383/xgfhHQnZIS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/15/19/807383/xgfhHQnZIS.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg di daerah Lampung, dan sebagian kota di Jawa Tengah hanya sinyalmen. Kabar tersebut, masih diragukan kebenarannya.Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan, Pertamina telah melakukan pengoperasian pasar terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut.&quot;Sinyalmen belum tentu benar, saya minta dicek di semua. Salah satunya di Lampung, sebagian tempat Jawa Tengah, sudah dilakukan pengoprasian pasar,&quot; kata Hanung saat di acara Launcing Bright Gas 12 Kg di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (15/5/2013).Hanung menjelaskan, untuk saat ini stok gas konsumsi nasional masih sangat aman. Pasalnya, saat ini terdapat 200 ribu metriks ton elpiji 3 kg. Sementara konsumsi nasional baik untuk elpiji 3 kg maupun 12 kg, yakni 16.500 ton per hari.Menurut dia, solusi dari pencegahan kelangkaan gas ini adalah dengan melakukan pengoprasian pasar. Selain itu, Hanung berharap pemerintah dapat menambahkan dari kuota saat ini sebesar 3,8 juta metrik ton per tahun.&quot;Ada daerah-daerah baru yang dikonvensikan tahun ini, mudah-mudahan bisa ditambah kuotanya, yang penting pemerintah mendapatkan saving,&quot; katanya.Saat ini, Pertamina telah memberikan kuota sebesar 3,8 juta metrix ton pada tahun ini, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,9 juta metrik ton.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg di daerah Lampung, dan sebagian kota di Jawa Tengah hanya sinyalmen. Kabar tersebut, masih diragukan kebenarannya.Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan, Pertamina telah melakukan pengoperasian pasar terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut.&quot;Sinyalmen belum tentu benar, saya minta dicek di semua. Salah satunya di Lampung, sebagian tempat Jawa Tengah, sudah dilakukan pengoprasian pasar,&quot; kata Hanung saat di acara Launcing Bright Gas 12 Kg di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (15/5/2013).Hanung menjelaskan, untuk saat ini stok gas konsumsi nasional masih sangat aman. Pasalnya, saat ini terdapat 200 ribu metriks ton elpiji 3 kg. Sementara konsumsi nasional baik untuk elpiji 3 kg maupun 12 kg, yakni 16.500 ton per hari.Menurut dia, solusi dari pencegahan kelangkaan gas ini adalah dengan melakukan pengoprasian pasar. Selain itu, Hanung berharap pemerintah dapat menambahkan dari kuota saat ini sebesar 3,8 juta metrik ton per tahun.&quot;Ada daerah-daerah baru yang dikonvensikan tahun ini, mudah-mudahan bisa ditambah kuotanya, yang penting pemerintah mendapatkan saving,&quot; katanya.Saat ini, Pertamina telah memberikan kuota sebesar 3,8 juta metrix ton pada tahun ini, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,9 juta metrik ton.</content:encoded></item></channel></rss>
