<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Sukses Jual Global Bond Rp30,8 Triliun</title><description>PT Pertamina (Persero) berhasil menjual surat utang di pasar global  (global bonds) senilai USD3,25 miliar atau setara Rp30,8 triliun. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/278/807557/pertamina-sukses-jual-global-bond-rp30-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/278/807557/pertamina-sukses-jual-global-bond-rp30-8-triliun"/><item><title>Pertamina Sukses Jual Global Bond Rp30,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/278/807557/pertamina-sukses-jual-global-bond-rp30-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/15/278/807557/pertamina-sukses-jual-global-bond-rp30-8-triliun</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2013 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/15/278/807557/QvtDT6DCdR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/15/278/807557/QvtDT6DCdR.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berhasil menjual surat utang di pasar global (global bonds) senilai USD3,25 miliar atau setara Rp30,8 triliun. Perusahaan migas milik negara ini mengklaim obligasi global kali ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,4x dengan nilai penawaran mencapai USD14,4 miliar dari 667 investor di seluruh dunia.&quot;Dengan transaksi ini, Pertamina telah menyelesaikan penawaran surat utang global terbesar yang pernah dilakukan perusahaan Indonesia sambil mempertahankan kupon di level rendah baik untuk seri 190 dan 30 tahun,&quot; ujar Direktur Keuangan Pertamina Andri Hidayat di Jakarta, Rabu (15/5/2013).Andri menjelaskan obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yaitu 10 dan 30 tahun. Kupon obligasi dengan jangka waktu 10 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2023 dipatok 4,3 persen dengan nilai USD1,625 miliar. Sementara kupon obligasi dengan jangka waktu 30 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2043 dipatok 5,625 persen dengan nilai USD1,625 miliar.Bertindak selaku perusahaan penjamin emisi dan joint lead manager adalah Barclays Bank PLC, Citigroup Global Markets Limited, and The Royal Bank of Scotland plc. Sementara PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, and PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku co-manager dari penerbitan obligasi tersebut.Sementara itu, Direktur Rencana Investasi dan Manajamen Risiko Afdal Bahaudin mengatakan dana yang terserap dari penjualan obligasi ini dialokasikan untuk investasi, khususnya merger dan akuisisi.&quot;Lebih untuk dan akuisisi karena investor akan lebih untuk itu, baik di dalam dan luar negeri,&quot; ujar Afdal.Meski pada tahun lalu Pertamina pernah masuk ke pasar keuangan global pada Mei 2012 dengan menerbitkan obligasi USD2,5 miliar dengan tenor 10 dan 30 tahun, ia mengklaim penerbitan obligasi tahun ini tidak akan berdampak pada rasio utang terhadap ekuitas (depth to equity ratio) Pertamina. &quot;Waktu kita sizing-nya berapa jumlahnya, market kan akan lihat keuangan kita. Kalau kita mau mengeluarkan sekian, market akan lihat balance,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berhasil menjual surat utang di pasar global (global bonds) senilai USD3,25 miliar atau setara Rp30,8 triliun. Perusahaan migas milik negara ini mengklaim obligasi global kali ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,4x dengan nilai penawaran mencapai USD14,4 miliar dari 667 investor di seluruh dunia.&quot;Dengan transaksi ini, Pertamina telah menyelesaikan penawaran surat utang global terbesar yang pernah dilakukan perusahaan Indonesia sambil mempertahankan kupon di level rendah baik untuk seri 190 dan 30 tahun,&quot; ujar Direktur Keuangan Pertamina Andri Hidayat di Jakarta, Rabu (15/5/2013).Andri menjelaskan obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yaitu 10 dan 30 tahun. Kupon obligasi dengan jangka waktu 10 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2023 dipatok 4,3 persen dengan nilai USD1,625 miliar. Sementara kupon obligasi dengan jangka waktu 30 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2043 dipatok 5,625 persen dengan nilai USD1,625 miliar.Bertindak selaku perusahaan penjamin emisi dan joint lead manager adalah Barclays Bank PLC, Citigroup Global Markets Limited, and The Royal Bank of Scotland plc. Sementara PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, and PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku co-manager dari penerbitan obligasi tersebut.Sementara itu, Direktur Rencana Investasi dan Manajamen Risiko Afdal Bahaudin mengatakan dana yang terserap dari penjualan obligasi ini dialokasikan untuk investasi, khususnya merger dan akuisisi.&quot;Lebih untuk dan akuisisi karena investor akan lebih untuk itu, baik di dalam dan luar negeri,&quot; ujar Afdal.Meski pada tahun lalu Pertamina pernah masuk ke pasar keuangan global pada Mei 2012 dengan menerbitkan obligasi USD2,5 miliar dengan tenor 10 dan 30 tahun, ia mengklaim penerbitan obligasi tahun ini tidak akan berdampak pada rasio utang terhadap ekuitas (depth to equity ratio) Pertamina. &quot;Waktu kita sizing-nya berapa jumlahnya, market kan akan lihat keuangan kita. Kalau kita mau mengeluarkan sekian, market akan lihat balance,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
