<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Tidak Ingin Disalahkan </title><description>&quot;Pasokan BBM subsidi dan gas elpiji sudah kami salurkan. What can  Pertamina do?&quot; ujar Karen, kepada wartawan di JCC, Jakarta, Kamis  (16/5/2013).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808048/pertamina-tidak-ingin-disalahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808048/pertamina-tidak-ingin-disalahkan"/><item><title>Pertamina Tidak Ingin Disalahkan </title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808048/pertamina-tidak-ingin-disalahkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808048/pertamina-tidak-ingin-disalahkan</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/19/808048/fMDlGtE08H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Pertamina, Karen Agustian</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/19/808048/fMDlGtE08H.jpg</image><title>Dirut Pertamina, Karen Agustian</title></images><description>JAKARTA - Seiring pertumbuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan masih belum terealisasinya kenaikan harga BBM subsidi, mengakibatkan terjadi penimbunan BBM subsidi di daerah-daerah Tanah Air.Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan meminta kepada oknum-oknum untuk menghentikan aksinya yang masih menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta menimbun gas elpiji 3 kilogram (kg).&quot;Pasokan BBM subsidi dan gas elpiji sudah kami salurkan. What can Pertamina do?&quot; ujar Karen, kepada wartawan di JCC, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Karen menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan kuota BBM bersubsidi dan elpiji 3 kg sesuai kebutuhan pasar saat ini, bahkan distribusi BBM subsidi jenis Solar dan gas elpiji 3 kg melebihi kebutuhan. Karena itu, pihaknya menolak jika masih disalahkan atas terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg dan solar.&quot;Sekarang ini kuota sudah didistribusikan melebihi kebutuhan. Saya imbau kepada seluruh pihak untuk mengingat masyarakat miskin yang di daerah. Pasalnya mereka tidak punya akses energi. Mereka jalan kaki karena tidak ada angkutan motor dan BBM,&quot; tegas Karen.Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak sekali kelangkaan BBM subsidi jenis solar dan kelangkaan gas 3 kg di daerah-daerah Indonesia. Ini disinyalir akibat ada oknum yang melakukan penimbunan. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Seiring pertumbuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan masih belum terealisasinya kenaikan harga BBM subsidi, mengakibatkan terjadi penimbunan BBM subsidi di daerah-daerah Tanah Air.Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan meminta kepada oknum-oknum untuk menghentikan aksinya yang masih menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta menimbun gas elpiji 3 kilogram (kg).&quot;Pasokan BBM subsidi dan gas elpiji sudah kami salurkan. What can Pertamina do?&quot; ujar Karen, kepada wartawan di JCC, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Karen menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan kuota BBM bersubsidi dan elpiji 3 kg sesuai kebutuhan pasar saat ini, bahkan distribusi BBM subsidi jenis Solar dan gas elpiji 3 kg melebihi kebutuhan. Karena itu, pihaknya menolak jika masih disalahkan atas terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg dan solar.&quot;Sekarang ini kuota sudah didistribusikan melebihi kebutuhan. Saya imbau kepada seluruh pihak untuk mengingat masyarakat miskin yang di daerah. Pasalnya mereka tidak punya akses energi. Mereka jalan kaki karena tidak ada angkutan motor dan BBM,&quot; tegas Karen.Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak sekali kelangkaan BBM subsidi jenis solar dan kelangkaan gas 3 kg di daerah-daerah Indonesia. Ini disinyalir akibat ada oknum yang melakukan penimbunan. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
