<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus Pertamina Atasi Semburan Liar Talang Jimar</title><description>&quot;Kita killing dengan lumpur SG 1.9,&quot; ungkap Tim penanggulangan Asset 2  Pertamina EP Wit Mulya kepada wartawan, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis  (16/5/2013).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808088/jurus-pertamina-atasi-semburan-liar-talang-jimar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808088/jurus-pertamina-atasi-semburan-liar-talang-jimar"/><item><title>Jurus Pertamina Atasi Semburan Liar Talang Jimar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808088/jurus-pertamina-atasi-semburan-liar-talang-jimar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/19/808088/jurus-pertamina-atasi-semburan-liar-talang-jimar</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/19/808088/3GFlcetUI8.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/19/808088/3GFlcetUI8.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pertamina EP menyatakan untuk menghentikan semburan gas liar (blowout) di Aset 2 Field Prambulih pada sumur pemboran Talang Jimar (TLJ)-25 Sumatera Selatan melalui mekanisme Capping Mud dan dengan lumpur SG 1.9 rate 32 BPM.&quot;Kita killing dengan lumpur SG 1.9,&quot; ungkap Tim penanggulangan Asset 2 Pertamina EP Wit Mulya kepada wartawan, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Wit menjelaskan, sebelum melakukan killing dengan menggunakan lumpur, pihaknya membuka sumur lama di sekitar blowout agar tekanan gas dari sumur TLJ-25 menjadi berkurang.&quot;Lalu tim pengendali membuat capping agar aliran gas liar dapat terkontrol sehingga mudah untuk dihentikan,&quot; terang Wit.Dalam proses penghentian blowout, menurut Wit diperkirakan gas yang keluar melalui sumur TLJ-25 mencapai 20 MMSCFD. &quot;Gas yang keluar Itu sangat besar sehingga menimbulkan kebisingan yang luar biasa,&quot; tandas Wit.Seperti diketahui, Pertamina EP menyatakan kasus semburan liar (blowout) yang terjadi di Pertamina EP Aset 2 Field Prambulih pada sumur pemboran Talang Jimar (TLJ)-25 di Prabumulih, Sumatera Selatan sudah tidak ada blowout lagi.&quot;Sudah tidak ada blowout lagi. Sudah selesai minggu lalu,&quot; ujar General Manager Pertamina EP Aset 2 Tubagus Nasiruddin. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Pertamina EP menyatakan untuk menghentikan semburan gas liar (blowout) di Aset 2 Field Prambulih pada sumur pemboran Talang Jimar (TLJ)-25 Sumatera Selatan melalui mekanisme Capping Mud dan dengan lumpur SG 1.9 rate 32 BPM.&quot;Kita killing dengan lumpur SG 1.9,&quot; ungkap Tim penanggulangan Asset 2 Pertamina EP Wit Mulya kepada wartawan, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Wit menjelaskan, sebelum melakukan killing dengan menggunakan lumpur, pihaknya membuka sumur lama di sekitar blowout agar tekanan gas dari sumur TLJ-25 menjadi berkurang.&quot;Lalu tim pengendali membuat capping agar aliran gas liar dapat terkontrol sehingga mudah untuk dihentikan,&quot; terang Wit.Dalam proses penghentian blowout, menurut Wit diperkirakan gas yang keluar melalui sumur TLJ-25 mencapai 20 MMSCFD. &quot;Gas yang keluar Itu sangat besar sehingga menimbulkan kebisingan yang luar biasa,&quot; tandas Wit.Seperti diketahui, Pertamina EP menyatakan kasus semburan liar (blowout) yang terjadi di Pertamina EP Aset 2 Field Prambulih pada sumur pemboran Talang Jimar (TLJ)-25 di Prabumulih, Sumatera Selatan sudah tidak ada blowout lagi.&quot;Sudah tidak ada blowout lagi. Sudah selesai minggu lalu,&quot; ujar General Manager Pertamina EP Aset 2 Tubagus Nasiruddin. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
