<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masih Atraktif Bagi Investor Asing</title><description>Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhannya masih akan  mencetak angka tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807839/indonesia-masih-atraktif-bagi-investor-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807839/indonesia-masih-atraktif-bagi-investor-asing"/><item><title>Indonesia Masih Atraktif Bagi Investor Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807839/indonesia-masih-atraktif-bagi-investor-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807839/indonesia-masih-atraktif-bagi-investor-asing</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/807839/rxyWxFZOsU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/807839/rxyWxFZOsU.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat rating iternasional Standard and Poor's (S&amp;amp;P) menimbulkan ketakutan jika Indonesia akan mengalami perlambatan ekonomi.Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib basri mengklaim bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhannya masih akan mencetak angka tinggi.&quot;Saya masih menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang ekonominya cukup atraktif,&quot; kata Chatib Basri, kala ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang menurun dari 2012. Meski demikian dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih cukup baik, karena impor pada kuartal I sudah mulai berkurang.&quot;Memang betul turun secara year on year (yoy) tapi itu disebabkan pengeluaran belanja pemerintah masih kecil. Pada kuartal I-2013 kita harus melihat ini relatif defend,&quot; katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, jika dibandingkan dengan negara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, investor pasti akan lebih memilih berinvestasi di Indonesia.&quot;Misalnya saja Amerika Serikat (AS) dan Brasil yang pertumbuhannya strugle (berkutat) di dua persen. Kalau saya jadi investor, saya akan pergi ke Indonesia karena pertumbuhan 6,02 persen,&quot; kata dia.Chatib menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada 2012 memang yang paling tinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan Indonesia pada 2013 masih akan terjaga di kisaran enam persen. &quot;Itu (tertinggi) karena faktor keberuntungan juga. Tapi saya optimistis pertumbuhan tahun ini masih bisa terjaga,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat rating iternasional Standard and Poor's (S&amp;amp;P) menimbulkan ketakutan jika Indonesia akan mengalami perlambatan ekonomi.Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib basri mengklaim bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhannya masih akan mencetak angka tinggi.&quot;Saya masih menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang ekonominya cukup atraktif,&quot; kata Chatib Basri, kala ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang menurun dari 2012. Meski demikian dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih cukup baik, karena impor pada kuartal I sudah mulai berkurang.&quot;Memang betul turun secara year on year (yoy) tapi itu disebabkan pengeluaran belanja pemerintah masih kecil. Pada kuartal I-2013 kita harus melihat ini relatif defend,&quot; katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, jika dibandingkan dengan negara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, investor pasti akan lebih memilih berinvestasi di Indonesia.&quot;Misalnya saja Amerika Serikat (AS) dan Brasil yang pertumbuhannya strugle (berkutat) di dua persen. Kalau saya jadi investor, saya akan pergi ke Indonesia karena pertumbuhan 6,02 persen,&quot; kata dia.Chatib menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada 2012 memang yang paling tinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan Indonesia pada 2013 masih akan terjaga di kisaran enam persen. &quot;Itu (tertinggi) karena faktor keberuntungan juga. Tapi saya optimistis pertumbuhan tahun ini masih bisa terjaga,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
