<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Masih Jadi Pemberi Utang Terbanyak</title><description>Pemerintah mencatatkan kenaikan utang pada akhir April menjadi  Rp2.023,72 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807868/jepang-masih-jadi-pemberi-utang-terbanyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807868/jepang-masih-jadi-pemberi-utang-terbanyak"/><item><title>Jepang Masih Jadi Pemberi Utang Terbanyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807868/jepang-masih-jadi-pemberi-utang-terbanyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/807868/jepang-masih-jadi-pemberi-utang-terbanyak</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/807868/70LKUNBpMp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/807868/70LKUNBpMp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mencatatkan kenaikan utang pada akhir April menjadi Rp2.023,72 triliun. Namun, pinjaman luar negeri tercatat kembali mengalami penurunan. Lalu, siapakah pemberi utang terbanyak ke Indonesia?Melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (16/5/2013), posisi pinjaman luar negeri berdasarkan kreditur, masih ditempati oleh Jepang sebesar Rp226,92 triliun, posisi pinjaman ini turun Rp8,24 triliun dari Maret lalu sebesar Rp235,16 triliun.Tempat kedua ditempati oleh Prancis dengan besar pinjaman Rp21,29 triliun. Pinjaman ini mengalami kenaikan sebesar Rp260 miliar dari posisi Maret di Rp21,03 triliun.Mengikuti Prancis, Jerman telah memberikan pinjaman sebesar Rp19,88 triliun pada Januari, turun tipis Rp450 miliar dari posisi Februari sebesar Rp19,43 triliun.Hal yang sama terjadi pada pinjaman bilateral lainnya, yang mengalami peningkatan Rp250 miliar ke Rp61,37 triliun dari Rp61,12 triliun pada akhir Maret lalu. Adapun total pinjaman bilateral pemerintah, mengalami penurunan Rp7,28 triliun dari Rp336,74 triliun menjadi Rp329,46 triliun. Sedangkan untuk lembaga, posisi pertama masih ditempati oleh Bank Dunia, dengan pinjaman sebesar Rp122,04 triliun, diikuti oleh Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp96,28 triliun, Islamic Developmen Bank (IDB) sebesar Rp4,98 triliun, dan pinjaman multilateral lainnya sebesar Rp2,13 triliun.Adapun pinjaman multilateral, tercatat berada di kisaran Rp225,43 triliun, sementara untuk komersial Rp24,43 triliun, dan suppliers sebesar Rp340 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mencatatkan kenaikan utang pada akhir April menjadi Rp2.023,72 triliun. Namun, pinjaman luar negeri tercatat kembali mengalami penurunan. Lalu, siapakah pemberi utang terbanyak ke Indonesia?Melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (16/5/2013), posisi pinjaman luar negeri berdasarkan kreditur, masih ditempati oleh Jepang sebesar Rp226,92 triliun, posisi pinjaman ini turun Rp8,24 triliun dari Maret lalu sebesar Rp235,16 triliun.Tempat kedua ditempati oleh Prancis dengan besar pinjaman Rp21,29 triliun. Pinjaman ini mengalami kenaikan sebesar Rp260 miliar dari posisi Maret di Rp21,03 triliun.Mengikuti Prancis, Jerman telah memberikan pinjaman sebesar Rp19,88 triliun pada Januari, turun tipis Rp450 miliar dari posisi Februari sebesar Rp19,43 triliun.Hal yang sama terjadi pada pinjaman bilateral lainnya, yang mengalami peningkatan Rp250 miliar ke Rp61,37 triliun dari Rp61,12 triliun pada akhir Maret lalu. Adapun total pinjaman bilateral pemerintah, mengalami penurunan Rp7,28 triliun dari Rp336,74 triliun menjadi Rp329,46 triliun. Sedangkan untuk lembaga, posisi pertama masih ditempati oleh Bank Dunia, dengan pinjaman sebesar Rp122,04 triliun, diikuti oleh Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp96,28 triliun, Islamic Developmen Bank (IDB) sebesar Rp4,98 triliun, dan pinjaman multilateral lainnya sebesar Rp2,13 triliun.Adapun pinjaman multilateral, tercatat berada di kisaran Rp225,43 triliun, sementara untuk komersial Rp24,43 triliun, dan suppliers sebesar Rp340 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
