<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan: Utang Luar Negeri Itu Kebiasaan Lama</title><description>&quot;Presiden selalu risau dengan kebiasaan utang luar negeri, berkali-kali  dalam sidang kabinet berbicara kurangi utang luar negeri, Presiden  berkali-kali berbicara supaya ada upaya yang konkrit terhadap  ketergantungan utang luar negeri,&quot; kata Dahlan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/808022/dahlan-utang-luar-negeri-itu-kebiasaan-lama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/808022/dahlan-utang-luar-negeri-itu-kebiasaan-lama"/><item><title>Dahlan: Utang Luar Negeri Itu Kebiasaan Lama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/808022/dahlan-utang-luar-negeri-itu-kebiasaan-lama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/20/808022/dahlan-utang-luar-negeri-itu-kebiasaan-lama</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/808022/mEBH1zO2BK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Dahlan Iskan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/20/808022/mEBH1zO2BK.jpg</image><title>Menteri BUMN Dahlan Iskan</title></images><description>JAKARTA - Ketergantungannya Indonesia pada dana pinjaman luar negeri, telah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono risau. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, bahwa dengan acara Seminar Sinergi Investasi-Investee BUMN dalam menunjang perekonomian, menjadi salah satu upaya mengurangi pinjaman atau utang luar negeri.&quot;Presiden selalu risau dengan kebiasaan utang luar negeri, berkali-kali dalam sidang kabinet berbicara kurangi utang luar negeri, Presiden berkali-kali berbicara supaya ada upaya yang konkrit terhadap ketergantungan utang luar negeri,&quot; kata Dahlan, saat acara Seminar Sinergi Investasi-Investee BUMN dalam Menunjang Perekonomian, di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Menanggapi persoalan utang luar negeri, Dahlan menjelaskan bahwa ini hanya sebuah kebiasaan lama saja, ketika di saat Indonesia masih miskin. Di mana negara-negara lain membantu Indonesia sambil mencari proyek di Indonesia.&quot;Ini era memang harus berubah, Indonesia mempunyai kemampuan yang bagus sekarang, saya curiga itu sebetulnya kebiasaan lama saja, ketika kita masih miskin, ketika negara lain membantu di Indonesia sambil mencari proyek,&quot; tambahnya.Selain itu, menurut Dahlan, Indonesia harus semakin sadar pinjaman luar negeri yang murah dan berjangka panjang. Namun memiliki prosedur yang panjang, mulai dari proses administrasi dan lain-lain.Maka dari itu, dengan saat ini Indonesia memiliki kemampuan yang bagus, Dahlan berharap dengan kemampuan tersebut dapat menjadi upaya mengurangi ketergantungan pinjaman atau utang luar negeri. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketergantungannya Indonesia pada dana pinjaman luar negeri, telah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono risau. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, bahwa dengan acara Seminar Sinergi Investasi-Investee BUMN dalam menunjang perekonomian, menjadi salah satu upaya mengurangi pinjaman atau utang luar negeri.&quot;Presiden selalu risau dengan kebiasaan utang luar negeri, berkali-kali dalam sidang kabinet berbicara kurangi utang luar negeri, Presiden berkali-kali berbicara supaya ada upaya yang konkrit terhadap ketergantungan utang luar negeri,&quot; kata Dahlan, saat acara Seminar Sinergi Investasi-Investee BUMN dalam Menunjang Perekonomian, di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (16/5/2013).Menanggapi persoalan utang luar negeri, Dahlan menjelaskan bahwa ini hanya sebuah kebiasaan lama saja, ketika di saat Indonesia masih miskin. Di mana negara-negara lain membantu Indonesia sambil mencari proyek di Indonesia.&quot;Ini era memang harus berubah, Indonesia mempunyai kemampuan yang bagus sekarang, saya curiga itu sebetulnya kebiasaan lama saja, ketika kita masih miskin, ketika negara lain membantu di Indonesia sambil mencari proyek,&quot; tambahnya.Selain itu, menurut Dahlan, Indonesia harus semakin sadar pinjaman luar negeri yang murah dan berjangka panjang. Namun memiliki prosedur yang panjang, mulai dari proses administrasi dan lain-lain.Maka dari itu, dengan saat ini Indonesia memiliki kemampuan yang bagus, Dahlan berharap dengan kemampuan tersebut dapat menjadi upaya mengurangi ketergantungan pinjaman atau utang luar negeri. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
