<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Investasi Membaik, Neraca Dagang Menurun</title><description>Chatib mengatakan meskipun neraca perdagangan menurun namun,&amp;nbsp; foreign Investment Q1 2013 naik di atas tiga persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/320/807931/tren-investasi-membaik-neraca-dagang-menurun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/320/807931/tren-investasi-membaik-neraca-dagang-menurun"/><item><title>Tren Investasi Membaik, Neraca Dagang Menurun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/320/807931/tren-investasi-membaik-neraca-dagang-menurun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/16/320/807931/tren-investasi-membaik-neraca-dagang-menurun</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/320/807931/1XUsqwjG9h.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/320/807931/1XUsqwjG9h.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) Chatib Basri mengklaim tren investasi Indonesia masih baik. Namun jika dilihat dari neraca perdagangan tercatat mengalami penurunan 2,3 persen dari 7,6 persen pada Q1 2012 menjadi 5,3 persen pada Q1 2013.&quot;Ini terjadi karena impornya yang lebih rendah, ini sejalan dengan PMTB yang melambat, jadi saya melihat ada hal yang positif dari defisit yang semakin mengecil,&quot; ungkap Chatib Basri, di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (16/5/13).Chatib mengatakan meskipun neraca perdagangan menurun namun,&amp;nbsp; foreign Investment Q1 2013 naik di atas tiga persen. &quot;Foreign invesmentnya diatas 3 persen, dibadingkan dengan Q1 2012 1,7 persen ini masih jauh lebih besar. Karena itu walau lebih rendah dari Q4 tapi FDI kita Q1 2013 jauh lebih besar dari tahun lalu,&quot; tuturnya.Kecenderungan pelambatan tren investasi dari tahun sebelumnya menurut Chatib, berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang juga melambat. Itu yang menyebabkan pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi menjadi 6,2 persen.&quot;Tren invesmentnya ada sedikit kecenderungan keterlabatan dari tahun lalu, implikasinya mungkin ekonomi tumbuhnya tidak seperti yang diperkirakan pemerintah yakni 6,54 persen, makanya pemerintah merevisi mnjadi 6,2 persen,&quot; ucapnya.Lebih lanjut Chatib mengatakan, pada kuartal II sudah terlihat perlambatan investasi, karena itu pihaknya akan segera mengantisipasi keadaan tersebut.&quot;Saya setuju kuartal II udah keliatan perlambatan, tadinya saya perkirakan itu di semester II, tapi angka BPS menunjukakan 6,02&amp;nbsp; masih tinggi tapi sudah terjadi slowing down karena itu harus dilakukan langkah-langkah mengatisipasi,&quot; katanya.Chatib menginformasikan bahwa dirinya sudah bertemu Menteri Perekonomian untuk membicarakan langkah mengatisipasi keterlambatan tren investasi.&quot;Itu sebabnya hari senin kemarin saya ketemu Pak Hatta, saya bicarakan revisi DNI dipercepat, kemudian yang kedua per 27 ada lagi peraturan kepala BKPM yang simplify dan number formnya dari 38 menjadi 15, kemudian dulu ada disputenya pasar modal, apakah kalau perusahaan masuk pasar modal dia subjek to DNI, ini sedang kita clear,&quot; tandasnya.Lebih lanjut ia menambahkan langkah yang akan dilakukan pihaknya adalah mempermudah perizinan.&quot;Kemudian registrasi enggak ada lagi langsung kepada mengurus izin maka mempermudah, maka dengan ini saya berharap invesment dapat blus,&quot; pungkasnya. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) Chatib Basri mengklaim tren investasi Indonesia masih baik. Namun jika dilihat dari neraca perdagangan tercatat mengalami penurunan 2,3 persen dari 7,6 persen pada Q1 2012 menjadi 5,3 persen pada Q1 2013.&quot;Ini terjadi karena impornya yang lebih rendah, ini sejalan dengan PMTB yang melambat, jadi saya melihat ada hal yang positif dari defisit yang semakin mengecil,&quot; ungkap Chatib Basri, di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (16/5/13).Chatib mengatakan meskipun neraca perdagangan menurun namun,&amp;nbsp; foreign Investment Q1 2013 naik di atas tiga persen. &quot;Foreign invesmentnya diatas 3 persen, dibadingkan dengan Q1 2012 1,7 persen ini masih jauh lebih besar. Karena itu walau lebih rendah dari Q4 tapi FDI kita Q1 2013 jauh lebih besar dari tahun lalu,&quot; tuturnya.Kecenderungan pelambatan tren investasi dari tahun sebelumnya menurut Chatib, berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang juga melambat. Itu yang menyebabkan pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi menjadi 6,2 persen.&quot;Tren invesmentnya ada sedikit kecenderungan keterlabatan dari tahun lalu, implikasinya mungkin ekonomi tumbuhnya tidak seperti yang diperkirakan pemerintah yakni 6,54 persen, makanya pemerintah merevisi mnjadi 6,2 persen,&quot; ucapnya.Lebih lanjut Chatib mengatakan, pada kuartal II sudah terlihat perlambatan investasi, karena itu pihaknya akan segera mengantisipasi keadaan tersebut.&quot;Saya setuju kuartal II udah keliatan perlambatan, tadinya saya perkirakan itu di semester II, tapi angka BPS menunjukakan 6,02&amp;nbsp; masih tinggi tapi sudah terjadi slowing down karena itu harus dilakukan langkah-langkah mengatisipasi,&quot; katanya.Chatib menginformasikan bahwa dirinya sudah bertemu Menteri Perekonomian untuk membicarakan langkah mengatisipasi keterlambatan tren investasi.&quot;Itu sebabnya hari senin kemarin saya ketemu Pak Hatta, saya bicarakan revisi DNI dipercepat, kemudian yang kedua per 27 ada lagi peraturan kepala BKPM yang simplify dan number formnya dari 38 menjadi 15, kemudian dulu ada disputenya pasar modal, apakah kalau perusahaan masuk pasar modal dia subjek to DNI, ini sedang kita clear,&quot; tandasnya.Lebih lanjut ia menambahkan langkah yang akan dilakukan pihaknya adalah mempermudah perizinan.&quot;Kemudian registrasi enggak ada lagi langsung kepada mengurus izin maka mempermudah, maka dengan ini saya berharap invesment dapat blus,&quot; pungkasnya. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
