<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta Tak Ingin Berspekulasi Soal Kepala BKPM yang Baru</title><description>Ketika ditanya apakah pengganti Chatib berasal dari BUMN, yakni Direktur  Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Hatta masih enggan  memberikan penjelasan lebih lanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810173/hatta-tak-ingin-berspekulasi-soal-kepala-bkpm-yang-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810173/hatta-tak-ingin-berspekulasi-soal-kepala-bkpm-yang-baru"/><item><title>Hatta Tak Ingin Berspekulasi Soal Kepala BKPM yang Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810173/hatta-tak-ingin-berspekulasi-soal-kepala-bkpm-yang-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810173/hatta-tak-ingin-berspekulasi-soal-kepala-bkpm-yang-baru</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2013 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/21/20/810173/VLUAb9LQ5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chatib Basri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/21/20/810173/VLUAb9LQ5Q.jpg</image><title>Chatib Basri</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa belum mau membocorkan siapa yang akan mengisi jabatan kepala BKPM pasca-diangkatnya Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan.Ketika ditanya apakah pengganti Chatib berasal dari BUMN, yakni Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Hatta masih enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.&quot;Nanti-nanti itu msh dikantongi bapak Presiden. Saya belum mau berspekulasi untuk itu nanti kalau sudah dibahas, memang bapak presiden waktu itu pernah memikirkan dan kalau itu sudah bergerak harus dipikirkan.&quot; ujar Hatta di Istana Negara, Selasa (21/5/2013).Meski demikan, Hatta mengaku cukup lega dengan rangkap jabatan yang kini telah diberikan kepada Chatib Basri. &quot;Waduh yang penting saya agak rilekslah karena memang tugasnya berat.&quot; tuturnya.Hatta menyebutkan, pengganti Chatib nantinya bisa dari kalangan dunia usaha, dari kalangan profesional BUMN, dan memiliki tiga kriteria yang harus dipenuhi.&quot;Ada tiga. Yang pertama dia harus tetap menjaga iklim investasi jangan sampai kehilangan, yang kedua harus menyelesaikan hal-hal yg berkaitan dengan kemudahan berusaha dan paket kebijakan ekonomi yang mendorong investasi dan menjaga momentum dan investasi yang berkaitan insentif,&quot; tutur Hatta. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa belum mau membocorkan siapa yang akan mengisi jabatan kepala BKPM pasca-diangkatnya Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan.Ketika ditanya apakah pengganti Chatib berasal dari BUMN, yakni Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Hatta masih enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.&quot;Nanti-nanti itu msh dikantongi bapak Presiden. Saya belum mau berspekulasi untuk itu nanti kalau sudah dibahas, memang bapak presiden waktu itu pernah memikirkan dan kalau itu sudah bergerak harus dipikirkan.&quot; ujar Hatta di Istana Negara, Selasa (21/5/2013).Meski demikan, Hatta mengaku cukup lega dengan rangkap jabatan yang kini telah diberikan kepada Chatib Basri. &quot;Waduh yang penting saya agak rilekslah karena memang tugasnya berat.&quot; tuturnya.Hatta menyebutkan, pengganti Chatib nantinya bisa dari kalangan dunia usaha, dari kalangan profesional BUMN, dan memiliki tiga kriteria yang harus dipenuhi.&quot;Ada tiga. Yang pertama dia harus tetap menjaga iklim investasi jangan sampai kehilangan, yang kedua harus menyelesaikan hal-hal yg berkaitan dengan kemudahan berusaha dan paket kebijakan ekonomi yang mendorong investasi dan menjaga momentum dan investasi yang berkaitan insentif,&quot; tutur Hatta. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
