<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chatib Basri Sinyalkan Tak Ada Insentif Baru</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Chatib Basri menyatakan efektivitas insentif untuk mendongkrak investasi masih belum maksimal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810186/chatib-basri-sinyalkan-tak-ada-insentif-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810186/chatib-basri-sinyalkan-tak-ada-insentif-baru"/><item><title>Chatib Basri Sinyalkan Tak Ada Insentif Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810186/chatib-basri-sinyalkan-tak-ada-insentif-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/21/20/810186/chatib-basri-sinyalkan-tak-ada-insentif-baru</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2013 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/21/20/810186/NGE0NHLNKu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chatib Basri. (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/21/20/810186/NGE0NHLNKu.jpg</image><title>Chatib Basri. (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Chatib Basri menyatakan efektivitas insentif untuk mendongkrak investasi masih belum maksimal.&amp;ldquo;Pertanyaannya adalah, apakah harus insentif baru? Not necessery,&amp;rdquo; jelas Chatib, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2013).&amp;ldquo;Karena sering kali insentif yang ada sudah ada tapi tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Saya ambil contoh tax holiday itu hanya dua perusahaan yang bisa,&amp;rdquo; lanjut dia.Menurutnya, bisa jadi skema atas insentif yang sudah ada tersebut tidak cocok. &amp;ldquo;Jadi tidak serta merta bahwa kita harus create insentif baru. Tapi insentif (yang ada) bisa diefektifkan,&amp;rdquo; ungkap dia.Namun, untuk mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi agar sesuai target, insentif fiskal memang bisa diandalkan.&amp;ldquo;Kita melihat bahwa target (pertumbuhan ekonomi) pemerintah 6,2 persen di triwulan pertama, tapi pertumbuhan ekonomi 6,02 persen. Berarti kalau kita menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, investasi harus jalan. Investasi harus jalan itu bisa didukung oleh insentif fiskal,&amp;rdquo; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Chatib Basri menyatakan efektivitas insentif untuk mendongkrak investasi masih belum maksimal.&amp;ldquo;Pertanyaannya adalah, apakah harus insentif baru? Not necessery,&amp;rdquo; jelas Chatib, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2013).&amp;ldquo;Karena sering kali insentif yang ada sudah ada tapi tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Saya ambil contoh tax holiday itu hanya dua perusahaan yang bisa,&amp;rdquo; lanjut dia.Menurutnya, bisa jadi skema atas insentif yang sudah ada tersebut tidak cocok. &amp;ldquo;Jadi tidak serta merta bahwa kita harus create insentif baru. Tapi insentif (yang ada) bisa diefektifkan,&amp;rdquo; ungkap dia.Namun, untuk mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi agar sesuai target, insentif fiskal memang bisa diandalkan.&amp;ldquo;Kita melihat bahwa target (pertumbuhan ekonomi) pemerintah 6,2 persen di triwulan pertama, tapi pertumbuhan ekonomi 6,02 persen. Berarti kalau kita menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, investasi harus jalan. Investasi harus jalan itu bisa didukung oleh insentif fiskal,&amp;rdquo; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
