<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengoperasian FSRU Nusantara Regas Terhambat Sampah</title><description>Fasilitas regastifikasi pengolahan gas alam cair (Liquefied Natural  Gas/LNG) atau Floating Regastification Unit (FSRU) Jawa Barat terkendala  sampah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/26/19/812838/pengoperasian-fsru-nusantara-regas-terhambat-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/05/26/19/812838/pengoperasian-fsru-nusantara-regas-terhambat-sampah"/><item><title>Pengoperasian FSRU Nusantara Regas Terhambat Sampah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/05/26/19/812838/pengoperasian-fsru-nusantara-regas-terhambat-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/05/26/19/812838/pengoperasian-fsru-nusantara-regas-terhambat-sampah</guid><pubDate>Minggu 26 Mei 2013 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/26/19/812838/5xZaT39GjJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/26/19/812838/5xZaT39GjJ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Fasilitas regastifikasi pengolahan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) atau Floating Regastification Unit (FSRU) Jawa Barat terkendala sampah-sampah yang mengambang di laut sekitar FSRU Jawa Barat. Akibat adanya sampah-sampah plastik maupun non plastik menyebabkan proses regastifikasi di tengah laut cukup terganggu.&quot;Sampah di Jakarta itu luar biasa, itu menyebabkan salah satu problem penghambat regastifikasi kita, kita pasang filter tapi masih mengganggu,&quot; kata Direktur Utama PT Nusantara Regas Hendra Jaya di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (26/5/2013). FSRU yang mengelola LNG tersebut, sebut Hendra, harus melakukan pemanasan LNG yang nantinya akan dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang. Dalam proses pemanasan yang memanfaatkan air laut di sekitar FSRU, terdapat banyak sampah berserakan yang mengganggu proses tersebut sehingga dapat mengganggu operasi.&quot;Bagian pemanasan LNG agar cair itu pakai air laut di sekitar FSRU, LNG itu sekarang bentuknya cairan suhu minus 160 celcius, untuk mengangkat air laut ke FSRU itu terganggu sampah,&quot; tuturnya.Meski demikian, anak perusahaan patungan PT Pertamina (persero) dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tetap beroperasi sejak 24 Mei 2012 sampai saat ini dan tidak berhenti beroperasi. &quot;Ya itu kita anggap sebagai tantangan kita,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Fasilitas regastifikasi pengolahan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) atau Floating Regastification Unit (FSRU) Jawa Barat terkendala sampah-sampah yang mengambang di laut sekitar FSRU Jawa Barat. Akibat adanya sampah-sampah plastik maupun non plastik menyebabkan proses regastifikasi di tengah laut cukup terganggu.&quot;Sampah di Jakarta itu luar biasa, itu menyebabkan salah satu problem penghambat regastifikasi kita, kita pasang filter tapi masih mengganggu,&quot; kata Direktur Utama PT Nusantara Regas Hendra Jaya di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (26/5/2013). FSRU yang mengelola LNG tersebut, sebut Hendra, harus melakukan pemanasan LNG yang nantinya akan dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang. Dalam proses pemanasan yang memanfaatkan air laut di sekitar FSRU, terdapat banyak sampah berserakan yang mengganggu proses tersebut sehingga dapat mengganggu operasi.&quot;Bagian pemanasan LNG agar cair itu pakai air laut di sekitar FSRU, LNG itu sekarang bentuknya cairan suhu minus 160 celcius, untuk mengangkat air laut ke FSRU itu terganggu sampah,&quot; tuturnya.Meski demikian, anak perusahaan patungan PT Pertamina (persero) dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tetap beroperasi sejak 24 Mei 2012 sampai saat ini dan tidak berhenti beroperasi. &quot;Ya itu kita anggap sebagai tantangan kita,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
