<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Bahas Kenaikan Harga BBM Itu Melelahkan!&quot;</title><description>Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal  mengakui pembahasan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)  sangat melelahkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/01/19/816129/bahas-kenaikan-harga-bbm-itu-melelahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/01/19/816129/bahas-kenaikan-harga-bbm-itu-melelahkan"/><item><title>&quot;Bahas Kenaikan Harga BBM Itu Melelahkan!&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/01/19/816129/bahas-kenaikan-harga-bbm-itu-melelahkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/01/19/816129/bahas-kenaikan-harga-bbm-itu-melelahkan</guid><pubDate>Sabtu 01 Juni 2013 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/01/19/816129/mCyvEDmoDV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/01/19/816129/mCyvEDmoDV.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal mengakui pembahasan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat melelahkan. Pasalnya, tarik-ulur kenaikan harga BBM sejak tahun lalu justru membuat masyarakat tidak dengan kenaikan BBM.&quot;Bahkan ketika BBM naik, biaya sosial kita lebih mahal daripada subsidi BBM,&quot; kata Refrizal, dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2013).Refrizal menerangkan, ketika harga BBM sudah diterapkan, pemerintah tak bisa menghindari dampak sosial yang muncul dari masyarakat seperti adanya penolakan. &quot;Saya kemarin datang ke dapil saya. Secara psikologis, mereka juga berat jika BBM dinaikkan,&quot; jelasnya.Refrizal juga sempat menyayangkan pemerintah tak selalu mengajak dewan dalam pembuatan kebijakan sosial. &quot;Kalau menurunkan (harga BBM) enggak diajak, tapi kalau (harga BBM) dinaikkan selalu diajak. Kami sebetulnya enggak setuju juga dengan kebijakan BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat),&quot; terangnya.Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi UI Sonny Harry BH mengungkapkan, kenaikan harga BBM menjadi isu sensitif menjelang Pemilu 2014.&quot;Sebenarnya bisa saja Presiden mengambil keputusan tanpa pertimbangan DPR, karena sebetulnya penyesuaian harga BBM itu kewenangan pemerintah,&quot; kata Sonny.Sonny mendesak DPR bisa segera memutuskan agar dampak psikologis pasar tidak terlalu besar.&quot;Harus semakin cepat, karena akan berefek dampak psikologis pada pasar. Semakin lama, maka akan semakin banyak penimbunan atau penggelapan BBM,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal mengakui pembahasan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat melelahkan. Pasalnya, tarik-ulur kenaikan harga BBM sejak tahun lalu justru membuat masyarakat tidak dengan kenaikan BBM.&quot;Bahkan ketika BBM naik, biaya sosial kita lebih mahal daripada subsidi BBM,&quot; kata Refrizal, dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2013).Refrizal menerangkan, ketika harga BBM sudah diterapkan, pemerintah tak bisa menghindari dampak sosial yang muncul dari masyarakat seperti adanya penolakan. &quot;Saya kemarin datang ke dapil saya. Secara psikologis, mereka juga berat jika BBM dinaikkan,&quot; jelasnya.Refrizal juga sempat menyayangkan pemerintah tak selalu mengajak dewan dalam pembuatan kebijakan sosial. &quot;Kalau menurunkan (harga BBM) enggak diajak, tapi kalau (harga BBM) dinaikkan selalu diajak. Kami sebetulnya enggak setuju juga dengan kebijakan BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat),&quot; terangnya.Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi UI Sonny Harry BH mengungkapkan, kenaikan harga BBM menjadi isu sensitif menjelang Pemilu 2014.&quot;Sebenarnya bisa saja Presiden mengambil keputusan tanpa pertimbangan DPR, karena sebetulnya penyesuaian harga BBM itu kewenangan pemerintah,&quot; kata Sonny.Sonny mendesak DPR bisa segera memutuskan agar dampak psikologis pasar tidak terlalu besar.&quot;Harus semakin cepat, karena akan berefek dampak psikologis pada pasar. Semakin lama, maka akan semakin banyak penimbunan atau penggelapan BBM,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
