<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Masyarakat Sudah Rasional Tanggapi Isu BBM!</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat isu kenaikan Bahan Bakar Minyak  (BBM) bersubsidi tidak terlalu mempengaruhi inflasi pada Mei.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/20/816729/bps-masyarakat-sudah-rasional-tanggapi-isu-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/20/816729/bps-masyarakat-sudah-rasional-tanggapi-isu-bbm"/><item><title>BPS: Masyarakat Sudah Rasional Tanggapi Isu BBM!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/20/816729/bps-masyarakat-sudah-rasional-tanggapi-isu-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/20/816729/bps-masyarakat-sudah-rasional-tanggapi-isu-bbm</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2013 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/03/20/816729/GtIUqfiv1G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/03/20/816729/GtIUqfiv1G.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak terlalu mempengaruhi inflasi pada Mei. Pasalnya masyarakat sudah rasional dan daya beli masih tinggi.&quot;Saya lihat ada masyarakat kita malah sudah rasional, jadi walaupun masih isu mereka tidak melakukan penyesuaian,&quot; kata Direktur Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/6/2013).Sasmito mengatakan, daya beli masyarakat masih kuat dan belum terpengaruh. Menurutnya, daya beli masyarakat masih akan kuat menjelang lebaran dan puasa, karena masyarakat pasti masih konsumtif.&quot;Kalau lihat lemah atau enggaknya (Daya Beli) itu setelah Agustus. Tapi saya kira sampai Agustus orang daya belinya masih akan kuat. Menjelang puasa itu orang akan all out,&quot; kata Sasmito.Sasmito mengatakan, dari sisi konsumsi rumah tangga akan terus menanjak. Dia menilai hal ini dapat dicapai, Selama dari segi pertumbuhan ekonomi dapat didorong lewat konsumsi domestik.&quot;Kalau Mei itu biasanya nggak deflasi, dalam 10 tahun baru kali ini. Tapi kan intervensi pemerintah itu yang paling tajam bawang merah bawang putih. Itu yang membuat menarik ke bawah,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak terlalu mempengaruhi inflasi pada Mei. Pasalnya masyarakat sudah rasional dan daya beli masih tinggi.&quot;Saya lihat ada masyarakat kita malah sudah rasional, jadi walaupun masih isu mereka tidak melakukan penyesuaian,&quot; kata Direktur Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/6/2013).Sasmito mengatakan, daya beli masyarakat masih kuat dan belum terpengaruh. Menurutnya, daya beli masyarakat masih akan kuat menjelang lebaran dan puasa, karena masyarakat pasti masih konsumtif.&quot;Kalau lihat lemah atau enggaknya (Daya Beli) itu setelah Agustus. Tapi saya kira sampai Agustus orang daya belinya masih akan kuat. Menjelang puasa itu orang akan all out,&quot; kata Sasmito.Sasmito mengatakan, dari sisi konsumsi rumah tangga akan terus menanjak. Dia menilai hal ini dapat dicapai, Selama dari segi pertumbuhan ekonomi dapat didorong lewat konsumsi domestik.&quot;Kalau Mei itu biasanya nggak deflasi, dalam 10 tahun baru kali ini. Tapi kan intervensi pemerintah itu yang paling tajam bawang merah bawang putih. Itu yang membuat menarik ke bawah,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
