<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Penipuan Berkedok Investasi!</title><description>Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengingatkan  masyarakat agar waspada dengan penipuan berkedok investasi yang  ditawarkan melalui dunia maya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816856/waspada-penipuan-berkedok-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816856/waspada-penipuan-berkedok-investasi"/><item><title>Waspada Penipuan Berkedok Investasi!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816856/waspada-penipuan-berkedok-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816856/waspada-penipuan-berkedok-investasi</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2013 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/03/320/816856/nCz3VFCWU0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/03/320/816856/nCz3VFCWU0.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: corbis)</title></images><description>JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengingatkan  masyarakat agar waspada dengan penipuan berkedok investasi yang  ditawarkan melalui dunia maya.Menurut Kepala Biro Penerangan  Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pihaknya sudah  menerima beberapa laporan penipuan dari masyarakat dengan modus  menanamkan modal dari luar negeri ke Indonesia.Para penipu  menggunakan modus meminta sejumlah dana dari rekening calon korban untuk  membayar urusan pajak yang berlaku di Indonesia terlebih dahulu. Namun,  setelah dibayar investasi yang dijanjikan tak pernah datang. &quot;Nah  ini banyak masyarakat yang terkena dampak penipuan seperti ini. Jadi  uangnya akan dikirim, tetapi harus bayar pajak terlebih dahulu,&quot; jelas  Boy kepada wartawan, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (3/6/2013).Boy  menambahkan, pelaku menggunakan akses langsung ke calon korban dengan  berkomunikasi melalui akun email pribadi atau pun alamat website sosial  media.&quot;Jadi kami minta untuk tingkatkan kewaspadaan untuk upaya  penipuan seperti ini. Di antara warga negara kita yang tidak menyadari  bahwa sebenarnya sedang terjadi proses penipuan yang dilakukan oleh  orang-orang yang atas namakan investasi dari luar negeri,&quot; tegasnya.Jenderal  Polisi Bintang Satu ini menyatakan, kejahatan cyber ini dilakukan oleh  pihak-pihak yang sudah terorganisir dengan baik. &quot;Dalam hal ini  pernah dari China yang minta bantuan pada kita, yang menipu warga  negaranya dari Indonesia melalui online (WNA China yang ada di  Indonesia, tipu orang yang ada di China),&quot; tutupnya. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengingatkan  masyarakat agar waspada dengan penipuan berkedok investasi yang  ditawarkan melalui dunia maya.Menurut Kepala Biro Penerangan  Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pihaknya sudah  menerima beberapa laporan penipuan dari masyarakat dengan modus  menanamkan modal dari luar negeri ke Indonesia.Para penipu  menggunakan modus meminta sejumlah dana dari rekening calon korban untuk  membayar urusan pajak yang berlaku di Indonesia terlebih dahulu. Namun,  setelah dibayar investasi yang dijanjikan tak pernah datang. &quot;Nah  ini banyak masyarakat yang terkena dampak penipuan seperti ini. Jadi  uangnya akan dikirim, tetapi harus bayar pajak terlebih dahulu,&quot; jelas  Boy kepada wartawan, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (3/6/2013).Boy  menambahkan, pelaku menggunakan akses langsung ke calon korban dengan  berkomunikasi melalui akun email pribadi atau pun alamat website sosial  media.&quot;Jadi kami minta untuk tingkatkan kewaspadaan untuk upaya  penipuan seperti ini. Di antara warga negara kita yang tidak menyadari  bahwa sebenarnya sedang terjadi proses penipuan yang dilakukan oleh  orang-orang yang atas namakan investasi dari luar negeri,&quot; tegasnya.Jenderal  Polisi Bintang Satu ini menyatakan, kejahatan cyber ini dilakukan oleh  pihak-pihak yang sudah terorganisir dengan baik. &quot;Dalam hal ini  pernah dari China yang minta bantuan pada kita, yang menipu warga  negaranya dari Indonesia melalui online (WNA China yang ada di  Indonesia, tipu orang yang ada di China),&quot; tutupnya. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
