<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lifting Minyak Rata-Rata 832 Ribu Barel/Hari</title><description>Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK  Migas) menyatakan sudah melakukan produksi lifting minyak secara  maksimal yang sampai saat ini hanya rata-rata 832 ribu barel per hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/05/19/817973/lifting-minyak-rata-rata-832-ribu-barel-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/05/19/817973/lifting-minyak-rata-rata-832-ribu-barel-hari"/><item><title>Lifting Minyak Rata-Rata 832 Ribu Barel/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/05/19/817973/lifting-minyak-rata-rata-832-ribu-barel-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/05/19/817973/lifting-minyak-rata-rata-832-ribu-barel-hari</guid><pubDate>Rabu 05 Juni 2013 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/05/19/817973/awbQ8v2aCB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/05/19/817973/awbQ8v2aCB.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: corbis)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sudah melakukan produksi lifting minyak secara maksimal yang sampai saat ini hanya rata-rata 832 ribu barel per hari dan dalam RAPBN-P 2013 ditargetkan sebesar 840 ribu bph.Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan dalam Rancangan APBN 2014, SKK Migas meningkatkan target lifting minyak bumi, dari 840 ribu bph menjadi 870 ribu bopd. Namun dalam Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2012 meminta lifting minyak stabil, atau mencapai satu juta bph sehingga tidak diperlukan impor.&quot;Saya tidak mau ambil pusing, karena kemampuan SKK Migas hanya sampai sebesar 870 ribu bph. Instruksi enggak bisa dijalankan ya sudah. EGP (emang gue pikirin),&quot; ujar Rudi Rubiandini, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/6/2013).Rudi menjelaskan, pihaknya pun tak berpikir melanggar Instruksi yang telah diperintahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rudi menegaskan kalau ia tidak akan dipenjara karena tidak memenuhi permintaan Presiden SBY.&quot;Bahwa itu nanti dianggap melanggar Inpres ya silahkan. Memang ada orang dipenjara melanggar Inpres?,&quot; tanya Rudi.Lanjut Rudi, pada awalnya target lifting minyak antara 860 ribu bph sampai 900 ribu bph. Dengan angka 870 ribu bopd, Rudi menghitung realisasi lifting tanpa dibantu oleh Pertamina. &quot;Jangan dihitung Pertamina ya, Jadi realistis ajalah,&quot; tandas Rudi. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sudah melakukan produksi lifting minyak secara maksimal yang sampai saat ini hanya rata-rata 832 ribu barel per hari dan dalam RAPBN-P 2013 ditargetkan sebesar 840 ribu bph.Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan dalam Rancangan APBN 2014, SKK Migas meningkatkan target lifting minyak bumi, dari 840 ribu bph menjadi 870 ribu bopd. Namun dalam Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2012 meminta lifting minyak stabil, atau mencapai satu juta bph sehingga tidak diperlukan impor.&quot;Saya tidak mau ambil pusing, karena kemampuan SKK Migas hanya sampai sebesar 870 ribu bph. Instruksi enggak bisa dijalankan ya sudah. EGP (emang gue pikirin),&quot; ujar Rudi Rubiandini, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/6/2013).Rudi menjelaskan, pihaknya pun tak berpikir melanggar Instruksi yang telah diperintahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rudi menegaskan kalau ia tidak akan dipenjara karena tidak memenuhi permintaan Presiden SBY.&quot;Bahwa itu nanti dianggap melanggar Inpres ya silahkan. Memang ada orang dipenjara melanggar Inpres?,&quot; tanya Rudi.Lanjut Rudi, pada awalnya target lifting minyak antara 860 ribu bph sampai 900 ribu bph. Dengan angka 870 ribu bopd, Rudi menghitung realisasi lifting tanpa dibantu oleh Pertamina. &quot;Jangan dihitung Pertamina ya, Jadi realistis ajalah,&quot; tandas Rudi. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
