<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Beberapa Emiten Blue Chips Terseok</title><description>Sepanjang kuartal pertama 2013, kinerja emiten masih di bawah ekspektasi para pelaku pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/06/278/818188/kinerja-beberapa-emiten-blue-chips-terseok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/06/278/818188/kinerja-beberapa-emiten-blue-chips-terseok"/><item><title>Kinerja Beberapa Emiten Blue Chips Terseok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/06/278/818188/kinerja-beberapa-emiten-blue-chips-terseok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/06/278/818188/kinerja-beberapa-emiten-blue-chips-terseok</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2013 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/06/278/818188/4up8Y4NiQD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/06/278/818188/4up8Y4NiQD.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: corbis)</title></images><description>JAKARTA - Sepanjang kuartal pertama 2013, kinerja emiten masih di bawah ekspektasi para pelaku pasar.Beberapa emiten seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) justru mencatatkan kinerja menurun.Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengungkapkan, dari emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sekira 20 persen yang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Sementara sisanya sekira 80 persen, kinerjanya masih di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).&quot;Kinerja emiten yang di bawah ekspektasi tersebut menjadi faktor IHSG mengalami tekanan pada Mei hingga Juni. Selain itu, investor asing juga ikut mendowngrade level IHSG,&quot; katanya, kepada wartawan di BEI, Jakarta, Rabu (5/6/2013) malam.Satrio mencontohkan kinerja Astra International, mengalami penurunan penjualan sebesar 8,4 persen dan membuat EPSnya hanya Rp106. Selain itu Mitra Adiperkasa juga mencatat nilai EPS-nya turun 54,6 persen menjadi Rp37 diabndingkan dengan estimasi analis Rp81,54.&quot;Beberapa kinerja emiten turut terkena sentimen negarif, yaitu ketidakpastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti yang terjadi pada Astra International,&quot; ungkapnya.Menurutnya, beberapa saham yang memiliki kinerja di atas ekspektasi yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Sepanjang kuartal pertama 2013, kinerja emiten masih di bawah ekspektasi para pelaku pasar.Beberapa emiten seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) justru mencatatkan kinerja menurun.Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengungkapkan, dari emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sekira 20 persen yang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Sementara sisanya sekira 80 persen, kinerjanya masih di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).&quot;Kinerja emiten yang di bawah ekspektasi tersebut menjadi faktor IHSG mengalami tekanan pada Mei hingga Juni. Selain itu, investor asing juga ikut mendowngrade level IHSG,&quot; katanya, kepada wartawan di BEI, Jakarta, Rabu (5/6/2013) malam.Satrio mencontohkan kinerja Astra International, mengalami penurunan penjualan sebesar 8,4 persen dan membuat EPSnya hanya Rp106. Selain itu Mitra Adiperkasa juga mencatat nilai EPS-nya turun 54,6 persen menjadi Rp37 diabndingkan dengan estimasi analis Rp81,54.&quot;Beberapa kinerja emiten turut terkena sentimen negarif, yaitu ketidakpastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti yang terjadi pada Astra International,&quot; ungkapnya.Menurutnya, beberapa saham yang memiliki kinerja di atas ekspektasi yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
