<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Dibayangi Sentimen Negatif</title><description>Nilai tukar rupiah masih menghadapi sejumlah sentimen negatif. Mulai  dari isu kenaikan harga BBM, defisit neraca perdagangan dan data-data  perekonomian di Amerika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/07/278/818442/rupiah-masih-dibayangi-sentimen-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/07/278/818442/rupiah-masih-dibayangi-sentimen-negatif"/><item><title>Rupiah Masih Dibayangi Sentimen Negatif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/07/278/818442/rupiah-masih-dibayangi-sentimen-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/07/278/818442/rupiah-masih-dibayangi-sentimen-negatif</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2013 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/07/278/818442/dUG3FxYTna.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/07/278/818442/dUG3FxYTna.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih menghadapi sejumlah sentimen negatif. Mulai dari isu kenaikan harga BBM, defisit neraca perdagangan dan data-data perekonomian di Amerika Serikat (AS).&quot;Hasil rilis trade balance (di AS) negatif disebabkan tingginya impor setelah dipersepsikan adanya kenaikan permintaan terhadap barang- barang konsumer di AS,&quot; kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/6/2013).Selain barang-barang konsumer, Reza menjelaskan,&amp;nbsp; peralatan bisnis juga mengalami kenaikan yang menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS sedang berjalan sehingga memunculkan kembali spekulasi terhadap pengurangan stimulus The Fed. &quot;Di sisi lain, belum adanya kejelasan kenaikan harga BBM&amp;nbsp; dan imbas rilis defisit neraca perdagangan Indonesia senilai USD1,61 miliar karena turunnya ekspor menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan rupiah,&quot; jelas Reza.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih menghadapi sejumlah sentimen negatif. Mulai dari isu kenaikan harga BBM, defisit neraca perdagangan dan data-data perekonomian di Amerika Serikat (AS).&quot;Hasil rilis trade balance (di AS) negatif disebabkan tingginya impor setelah dipersepsikan adanya kenaikan permintaan terhadap barang- barang konsumer di AS,&quot; kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/6/2013).Selain barang-barang konsumer, Reza menjelaskan,&amp;nbsp; peralatan bisnis juga mengalami kenaikan yang menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS sedang berjalan sehingga memunculkan kembali spekulasi terhadap pengurangan stimulus The Fed. &quot;Di sisi lain, belum adanya kejelasan kenaikan harga BBM&amp;nbsp; dan imbas rilis defisit neraca perdagangan Indonesia senilai USD1,61 miliar karena turunnya ekspor menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan rupiah,&quot; jelas Reza.</content:encoded></item></channel></rss>
