<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2013, SCCO Anggarkan Capex Rp80 M</title><description>PT Sucaco Tbk (SCCO) menganggarkan belanja modal (capital  expenditure/capex) sebesar Rp80 miliar hingga akhir 2013.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/10/278/819648/2013-scco-anggarkan-capex-rp80-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/10/278/819648/2013-scco-anggarkan-capex-rp80-m"/><item><title>2013, SCCO Anggarkan Capex Rp80 M</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/10/278/819648/2013-scco-anggarkan-capex-rp80-m</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/10/278/819648/2013-scco-anggarkan-capex-rp80-m</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2013 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/10/278/819648/fPvGT2N4cN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/10/278/819648/fPvGT2N4cN.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Sucaco Tbk (SCCO) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp80 miliar hingga akhir 2013. Sementara hingga kuartal I-2013, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp7,5 miliar.Direktur SCCO Nicodemus M Trisnadi mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan sebesar Rp30 miliar untuk keperluan maintenence dan sebesar Rp50 miliar akan digunakan sebagai aktiva tetap.&quot;Hingga kuartal pertama, kita baru gunakan untuk maintenence saja, sekira Rp7,5 miliar, dananya sendiri berasal dari kas internal,&quot; jelasnya di Jakarta, Senin (10/6/2013).Lebih lanjut dia menjelaskan, perseroan juga menargetkan perolehan laba bersih hingga akhir 2013 sebesar Rp200 miliar. Perseroan juga menargetkan penjualan sebesar Rpp3,5 triliun hingga akhir 2013. &quot;Target tersebut memang jauh lebih tinggi dari perolehan kami sebelumnya, hal itu karena kami selalu mencari efisiensi di segala bidang terutama dalam bahan baku utama, karena sumber profit di situ,&quot; ungkap dia.Nicodemus menambahkan, bahwa bahan baku utama perseroan yaitu tembaga dan alumunium saat ini justru diperkirakan mengalami penurunan harga. Hal tersebut menjadi alasan bagi perseroan untuk menaikkan target laba.&quot;Harga bahan baku yang diperkirakan menurun, membuat margin untung menjadi lebih besar, sehingga kami berani menargetkan laba yang lebih besar dari tahun sebelumnya,&quot; tambah dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sucaco Tbk (SCCO) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp80 miliar hingga akhir 2013. Sementara hingga kuartal I-2013, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp7,5 miliar.Direktur SCCO Nicodemus M Trisnadi mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan sebesar Rp30 miliar untuk keperluan maintenence dan sebesar Rp50 miliar akan digunakan sebagai aktiva tetap.&quot;Hingga kuartal pertama, kita baru gunakan untuk maintenence saja, sekira Rp7,5 miliar, dananya sendiri berasal dari kas internal,&quot; jelasnya di Jakarta, Senin (10/6/2013).Lebih lanjut dia menjelaskan, perseroan juga menargetkan perolehan laba bersih hingga akhir 2013 sebesar Rp200 miliar. Perseroan juga menargetkan penjualan sebesar Rpp3,5 triliun hingga akhir 2013. &quot;Target tersebut memang jauh lebih tinggi dari perolehan kami sebelumnya, hal itu karena kami selalu mencari efisiensi di segala bidang terutama dalam bahan baku utama, karena sumber profit di situ,&quot; ungkap dia.Nicodemus menambahkan, bahwa bahan baku utama perseroan yaitu tembaga dan alumunium saat ini justru diperkirakan mengalami penurunan harga. Hal tersebut menjadi alasan bagi perseroan untuk menaikkan target laba.&quot;Harga bahan baku yang diperkirakan menurun, membuat margin untung menjadi lebih besar, sehingga kami berani menargetkan laba yang lebih besar dari tahun sebelumnya,&quot; tambah dia.</content:encoded></item></channel></rss>
