<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu: BI Rate Naik untuk Antisipasi Inflasi</title><description>Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunganya (BI Rate) 25 basis  poin, dari 5,75 persen menjadi 6 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/14/20/822025/menkeu-bi-rate-naik-untuk-antisipasi-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/14/20/822025/menkeu-bi-rate-naik-untuk-antisipasi-inflasi"/><item><title>Menkeu: BI Rate Naik untuk Antisipasi Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/14/20/822025/menkeu-bi-rate-naik-untuk-antisipasi-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/14/20/822025/menkeu-bi-rate-naik-untuk-antisipasi-inflasi</guid><pubDate>Jum'at 14 Juni 2013 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/14/20/822025/K77AeojpxG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/14/20/822025/K77AeojpxG.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunganya (BI Rate) 25 basis poin, dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Langkah ini dilakukan guna menyeimbangkan nilai tukar rupiah.Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri, menyabut baik kebijakan BI untuk menaikkan BI rate dan juga Fasbi. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan sinyal yang diberikan BI untuk mengelola ekspektasi inflasi akibat kekhawatiran pelaku ekonomi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).&quot;Ada kekhawatiran dari pelaku ekonomi jika BBM naik maka inflasi juga naik, dan Kalau inflasi naik tentu akan berpengaruh pada pasar sehingga perlu dilakukan langkah mengelola ekspektasi inflasi,&quot; katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/6/13). &quot;Nah, itu yang dilakukan BI, sebelum inflasi naik dia sudah kasih sinyal bahwa ekspektasi ini akan dikelola,&quot; tambah dia.Chatib mengatakan, pemerintah dan BI akan bersama-sama menjaga agar inflasi tetap terjaga di 7,2 persen sesuai yang ditargetkan dalam APBN-Perubahan 2013. Dia mengungkapkan, tugas BI adalah mengelola ekspektasi inflasi dengan kebijakannya.Selain itu, dia mengungkapkan langkah tersebut juga dibantu dengan naiknya fasilitas simpanan Bank Indonesia (Fasbi) sebesar 25 basis poin. Sementara pemerintah, mengerjakan administrasi kenaikan BBM dan secara bersama-sama menjaga stabilitas volatile food agar inflasi di 7,2 persen.&quot;Kemarin pak Hatta (Meko Perekonomian Hatta Rajasa) sudah melakukan rakor dengan Kadin untuk menjamin pasokan pangan, volatile food kita dijamin hingga akhir tahun sehingga inflasi dapat dijaga di 7,2 persen dan akan membuat confident terhadap market,&quot; katanya.Chatib menambahkan, kebijakan BI tersebut juga merupakan langkah yang dilakukan untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap rupiah, setelah adanya tekanan fenomena global yakni adanya kebijakan the Fed melakukan skill back di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang.&quot;Di AS, Eropa dan Jepang ada kebijakan dari the Fed melakukan skill back kuantitatif, mereka tidak mau lagi ekspan. Implikasinya interest rate naik sehingga semua emerging market tentu kena, yang paling parah dampaknya itu Bangkok dan Manila,&quot; jelas dia.&amp;nbsp; &quot;Dengan Kenaikan Pass Rate yang dilakukan BI perbedaan disparitasnya akan cukup memberi return lumayan, walaupun sebenarnya tidak ingin mencari return dari situ. Ini membuat orang di satu sisi confident dengan rupiahnya,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunganya (BI Rate) 25 basis poin, dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Langkah ini dilakukan guna menyeimbangkan nilai tukar rupiah.Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri, menyabut baik kebijakan BI untuk menaikkan BI rate dan juga Fasbi. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan sinyal yang diberikan BI untuk mengelola ekspektasi inflasi akibat kekhawatiran pelaku ekonomi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).&quot;Ada kekhawatiran dari pelaku ekonomi jika BBM naik maka inflasi juga naik, dan Kalau inflasi naik tentu akan berpengaruh pada pasar sehingga perlu dilakukan langkah mengelola ekspektasi inflasi,&quot; katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/6/13). &quot;Nah, itu yang dilakukan BI, sebelum inflasi naik dia sudah kasih sinyal bahwa ekspektasi ini akan dikelola,&quot; tambah dia.Chatib mengatakan, pemerintah dan BI akan bersama-sama menjaga agar inflasi tetap terjaga di 7,2 persen sesuai yang ditargetkan dalam APBN-Perubahan 2013. Dia mengungkapkan, tugas BI adalah mengelola ekspektasi inflasi dengan kebijakannya.Selain itu, dia mengungkapkan langkah tersebut juga dibantu dengan naiknya fasilitas simpanan Bank Indonesia (Fasbi) sebesar 25 basis poin. Sementara pemerintah, mengerjakan administrasi kenaikan BBM dan secara bersama-sama menjaga stabilitas volatile food agar inflasi di 7,2 persen.&quot;Kemarin pak Hatta (Meko Perekonomian Hatta Rajasa) sudah melakukan rakor dengan Kadin untuk menjamin pasokan pangan, volatile food kita dijamin hingga akhir tahun sehingga inflasi dapat dijaga di 7,2 persen dan akan membuat confident terhadap market,&quot; katanya.Chatib menambahkan, kebijakan BI tersebut juga merupakan langkah yang dilakukan untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap rupiah, setelah adanya tekanan fenomena global yakni adanya kebijakan the Fed melakukan skill back di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang.&quot;Di AS, Eropa dan Jepang ada kebijakan dari the Fed melakukan skill back kuantitatif, mereka tidak mau lagi ekspan. Implikasinya interest rate naik sehingga semua emerging market tentu kena, yang paling parah dampaknya itu Bangkok dan Manila,&quot; jelas dia.&amp;nbsp; &quot;Dengan Kenaikan Pass Rate yang dilakukan BI perbedaan disparitasnya akan cukup memberi return lumayan, walaupun sebenarnya tidak ingin mencari return dari situ. Ini membuat orang di satu sisi confident dengan rupiahnya,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
