<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut PLN: (Utang Rp210 Triliun), Kita Bisa Bayar!</title><description>utang sebesar Rp210 trilun untuk investasi dalam penyediaan  infrastruktur kelistrikan di Tanah Air dan belanja modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823239/dirut-pln-utang-rp210-triliun-kita-bisa-bayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823239/dirut-pln-utang-rp210-triliun-kita-bisa-bayar"/><item><title>Dirut PLN: (Utang Rp210 Triliun), Kita Bisa Bayar!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823239/dirut-pln-utang-rp210-triliun-kita-bisa-bayar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823239/dirut-pln-utang-rp210-triliun-kita-bisa-bayar</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2013 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/17/19/823239/AQhPFqZ0TM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/17/19/823239/AQhPFqZ0TM.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) baru saja menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2013 sebesar Rp2,5 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2013 sebesar Rp500 miliar dengan total nilai emisi sebesar Rp12 triliun. Lalu, bagaimana nasib utang PLN yang mencapai Rp210 triliun?Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, utang sebesar Rp210 trilun untuk investasi dalam penyediaan infrastruktur kelistrikan di Tanah Air dan belanja modal tidak ada masalah. &quot;Utang memang besar, namun kita bisa bayar kok dengan tepat waktu. Kita kelola dengan baik,&quot; ungkap Nur di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013). Nur menjelaskan, dalam semester I-2013 PLN telah membayar utang dengan cara mencicil. &quot;Di semester I-2013 ini, kita sudah bayar kok utangnya dengan asuransi,&quot; jelas Nur.Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengaku untuk mendapatkan dana segar untuk investasi dan belanja modal di sektor kelistrikan dari perolehan utang pada kreditur.Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan saat ini utang PLN mencapai Rp210 triliun untuk investasi. Selama ini, pendanaan PLN untuk investasi diperoleh dari utang, pembayaran pelanggan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sampai shutdown agreement.&quot;Kami pun juga berutang menggunakan mata uang asing, yaitu dolar Amerika Serikat (AS),&quot; ungkap Nur.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) baru saja menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2013 sebesar Rp2,5 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap I tahun 2013 sebesar Rp500 miliar dengan total nilai emisi sebesar Rp12 triliun. Lalu, bagaimana nasib utang PLN yang mencapai Rp210 triliun?Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, utang sebesar Rp210 trilun untuk investasi dalam penyediaan infrastruktur kelistrikan di Tanah Air dan belanja modal tidak ada masalah. &quot;Utang memang besar, namun kita bisa bayar kok dengan tepat waktu. Kita kelola dengan baik,&quot; ungkap Nur di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013). Nur menjelaskan, dalam semester I-2013 PLN telah membayar utang dengan cara mencicil. &quot;Di semester I-2013 ini, kita sudah bayar kok utangnya dengan asuransi,&quot; jelas Nur.Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengaku untuk mendapatkan dana segar untuk investasi dan belanja modal di sektor kelistrikan dari perolehan utang pada kreditur.Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan saat ini utang PLN mencapai Rp210 triliun untuk investasi. Selama ini, pendanaan PLN untuk investasi diperoleh dari utang, pembayaran pelanggan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sampai shutdown agreement.&quot;Kami pun juga berutang menggunakan mata uang asing, yaitu dolar Amerika Serikat (AS),&quot; ungkap Nur.</content:encoded></item></channel></rss>
