<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Klaim Tak Gunakan Solar Subsidi</title><description>PT PLN (Persero) mencatatkan penjualan listrik dalam tiga bulan terakhir  rata-rata mencapai 10,13 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823256/pln-klaim-tak-gunakan-solar-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823256/pln-klaim-tak-gunakan-solar-subsidi"/><item><title>PLN Klaim Tak Gunakan Solar Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823256/pln-klaim-tak-gunakan-solar-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/19/823256/pln-klaim-tak-gunakan-solar-subsidi</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2013 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/17/19/823256/4zEOLHI03g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/17/19/823256/4zEOLHI03g.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatatkan penjualan listrik dalam tiga bulan terakhir rata-rata mencapai 10,13 persen. Adapun penjualan listrik paling tinggi, berada di wilayah Indonesia Timur.&quot;Untuk Maret 9 persen, April 10 persen, Mei 10 persen. Jadi dalam tiga bulan terakhir rata-rata masih 10,13 persen, dengan yang tertinggi di Indonesia timur yang mencapai 15-20 persen,&quot; kata Direktur Operasi PLN Vickner Sinaga di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013).Vickner menjelaskan, dengan adanya penjualan listrik yang rata-rata mencapai 10,1 persen terdapat maka penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah tersebut berkurang drastis.&amp;nbsp; &quot;Berita baiknya, penggunaan solar subsidi untuk PLTU di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat 0 persen,&quot; jelas Vickner.LVickner mengungkapkan, hal ini merupakan terobosan PLN untuk menghemat konsumsi BBM bersubsidi dengan menggunakan sumber energi lainnya yang masih cukup banyak.&quot;Kita punya kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sana sekitar 700 megawatt (mw), dulu 360 mw pakai BBM (Solar), sekarang BBM nya 0 persen. Diganti dengan penggunaan energi batubara dan air,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatatkan penjualan listrik dalam tiga bulan terakhir rata-rata mencapai 10,13 persen. Adapun penjualan listrik paling tinggi, berada di wilayah Indonesia Timur.&quot;Untuk Maret 9 persen, April 10 persen, Mei 10 persen. Jadi dalam tiga bulan terakhir rata-rata masih 10,13 persen, dengan yang tertinggi di Indonesia timur yang mencapai 15-20 persen,&quot; kata Direktur Operasi PLN Vickner Sinaga di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (17/6/2013).Vickner menjelaskan, dengan adanya penjualan listrik yang rata-rata mencapai 10,1 persen terdapat maka penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah tersebut berkurang drastis.&amp;nbsp; &quot;Berita baiknya, penggunaan solar subsidi untuk PLTU di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat 0 persen,&quot; jelas Vickner.LVickner mengungkapkan, hal ini merupakan terobosan PLN untuk menghemat konsumsi BBM bersubsidi dengan menggunakan sumber energi lainnya yang masih cukup banyak.&quot;Kita punya kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sana sekitar 700 megawatt (mw), dulu 360 mw pakai BBM (Solar), sekarang BBM nya 0 persen. Diganti dengan penggunaan energi batubara dan air,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
