<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naikkan Harga BBM, Istana Wait and See Rapat Paripurna</title><description>Pihak Istana Negara masih menunggu hasil keputusan Rapat Paripurna DPR  untuk menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/20/823050/naikkan-harga-bbm-istana-wait-and-see-rapat-paripurna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/20/823050/naikkan-harga-bbm-istana-wait-and-see-rapat-paripurna"/><item><title>Naikkan Harga BBM, Istana Wait and See Rapat Paripurna</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/20/823050/naikkan-harga-bbm-istana-wait-and-see-rapat-paripurna</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/17/20/823050/naikkan-harga-bbm-istana-wait-and-see-rapat-paripurna</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2013 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/17/20/823050/pBxrGVVscY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/17/20/823050/pBxrGVVscY.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pihak Istana Negara masih menunggu hasil keputusan Rapat Paripurna DPR untuk menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.&quot;Kita menunggu hasil pembahasan Rapat Paripurna DPR RI. Sebagaimana diketahui, pemerintah juga telah berupaya menyosialisasikan apa yang menjadi rasional atau alasan kenapa kita perlu menaikkan harga BBM,&quot; ucap Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/6/2013).Julian berharap masyarakat dapat menerima kenaikan harga BBM dan menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.&quot;Dan kami kira sebagian besar masyarakat dapat memahami dan bisa menerima itu,&quot; singkatnya.Sekadar diketahui, ada beberapa partai yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tercatat, Gerindra, PDIP, Hanura, dan PKS menegaskan sikap dalam menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan penolakan itu, maka sudah ada PAN, Demokrat, Golkar, PPP, dan PKB yang mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pihak Istana Negara masih menunggu hasil keputusan Rapat Paripurna DPR untuk menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.&quot;Kita menunggu hasil pembahasan Rapat Paripurna DPR RI. Sebagaimana diketahui, pemerintah juga telah berupaya menyosialisasikan apa yang menjadi rasional atau alasan kenapa kita perlu menaikkan harga BBM,&quot; ucap Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/6/2013).Julian berharap masyarakat dapat menerima kenaikan harga BBM dan menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.&quot;Dan kami kira sebagian besar masyarakat dapat memahami dan bisa menerima itu,&quot; singkatnya.Sekadar diketahui, ada beberapa partai yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tercatat, Gerindra, PDIP, Hanura, dan PKS menegaskan sikap dalam menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan penolakan itu, maka sudah ada PAN, Demokrat, Golkar, PPP, dan PKB yang mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi.</content:encoded></item></channel></rss>
