<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Orang Miskin Bertambah 4 Juta Jiwa, Jika...</title><description>Hal ini akan terjadi jika kenaikan harga BBM yakni premiun dari Rp4.500  menjadi Rp6 ribu dan kenaikan solar sebesar Rp1.000 tidak dibarengi  dengan tindakan perlindungan sosial</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/18/20/823887/jumlah-orang-miskin-bertambah-4-juta-jiwa-jika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/18/20/823887/jumlah-orang-miskin-bertambah-4-juta-jiwa-jika"/><item><title>Jumlah Orang Miskin Bertambah 4 Juta Jiwa, Jika...</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/18/20/823887/jumlah-orang-miskin-bertambah-4-juta-jiwa-jika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/18/20/823887/jumlah-orang-miskin-bertambah-4-juta-jiwa-jika</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2013 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/18/20/823887/ba3BN8p7zT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/18/20/823887/ba3BN8p7zT.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam rapat paripurna DPR banyak fraksi yang menyebutkan bahwa Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan menciptakan orang miskin baru sejumlah 4 juta jiwa.Menteri keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengakui hal tersebut. Namun, menurutnya hal ini terjadi jika kenaikan harga BBM yakni premiun dari Rp4.500 menjadi Rp6 ribu dan kenaikan solar sebesar Rp1.000 tidak dibarengi dengan tindakan perlindungan sosial atau pemberian kompensasi bagi masyarakat miskin dan hampir miskin.&quot;Saat BBM naik tapi kalau pemerintah tak lakukan apa-apa di perlindungan sosial, penduduk miskin bertambah dari 10,5 persen menjadi 12,1 persen atau sekitar 4 juta orang miskin baru,&quot; ungkap Chatib Basri di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (18/6/2013).Maka untuk mencegah hal tersebut, Chatib mengatakan pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Rp150 ribu per bulan selama empat bulan, memberikan raskin, PKH, kompensasi untuk pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan siswa miskin (BSM).Chatib mengatakan, dengan langkah tersebut maka kenaikan jumlah orang miskin sebesar 4 juta orang dapat ditekan. Dia menambahkan BLSM diberikan kepada 15,5 juta Rumah tangga sasaran dan diberikan kepada 4 orang anggota rumah tangga sasaran tersebut. Sehingga penerima BLSM mencapai 62 juta orang dan melebihi perkiraan pertumbuhan orang miskin baru sebesar 4 juta.&quot;BLSM ini akan diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran, bukan individu. Setiap rumah tangga diberikan kepada empat orang yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak, sehingga jumlah penerima BLSM ini mencapai 62 juta orang, jauh melebihi jumlah orang miskin baru yang diperkirakan tambah 4 juta orang,&quot; tutur Chatib.Dia mengatakan BLSM tersebut diberikan pada 25 persen penduduk yang berada dalam kelas berpendapatan terbawah, sehingga saat BBM dinaikkan penduduk miskin akan berada pada level yang relatif aman.&quot;BLSM diberikan kepada 25 persen kelas pendapatan terbawah, rumah tangga bukan individu. Argumennya penduduk miskin akan berada pada level yang relatif aman. Tak ada kenaikan penduduk miskin baru. Kenapa sementara? Anda harus dikasih makan sekarang, immediate sekarang,&quot; ucap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam rapat paripurna DPR banyak fraksi yang menyebutkan bahwa Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan menciptakan orang miskin baru sejumlah 4 juta jiwa.Menteri keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengakui hal tersebut. Namun, menurutnya hal ini terjadi jika kenaikan harga BBM yakni premiun dari Rp4.500 menjadi Rp6 ribu dan kenaikan solar sebesar Rp1.000 tidak dibarengi dengan tindakan perlindungan sosial atau pemberian kompensasi bagi masyarakat miskin dan hampir miskin.&quot;Saat BBM naik tapi kalau pemerintah tak lakukan apa-apa di perlindungan sosial, penduduk miskin bertambah dari 10,5 persen menjadi 12,1 persen atau sekitar 4 juta orang miskin baru,&quot; ungkap Chatib Basri di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (18/6/2013).Maka untuk mencegah hal tersebut, Chatib mengatakan pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Rp150 ribu per bulan selama empat bulan, memberikan raskin, PKH, kompensasi untuk pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan siswa miskin (BSM).Chatib mengatakan, dengan langkah tersebut maka kenaikan jumlah orang miskin sebesar 4 juta orang dapat ditekan. Dia menambahkan BLSM diberikan kepada 15,5 juta Rumah tangga sasaran dan diberikan kepada 4 orang anggota rumah tangga sasaran tersebut. Sehingga penerima BLSM mencapai 62 juta orang dan melebihi perkiraan pertumbuhan orang miskin baru sebesar 4 juta.&quot;BLSM ini akan diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran, bukan individu. Setiap rumah tangga diberikan kepada empat orang yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak, sehingga jumlah penerima BLSM ini mencapai 62 juta orang, jauh melebihi jumlah orang miskin baru yang diperkirakan tambah 4 juta orang,&quot; tutur Chatib.Dia mengatakan BLSM tersebut diberikan pada 25 persen penduduk yang berada dalam kelas berpendapatan terbawah, sehingga saat BBM dinaikkan penduduk miskin akan berada pada level yang relatif aman.&quot;BLSM diberikan kepada 25 persen kelas pendapatan terbawah, rumah tangga bukan individu. Argumennya penduduk miskin akan berada pada level yang relatif aman. Tak ada kenaikan penduduk miskin baru. Kenapa sementara? Anda harus dikasih makan sekarang, immediate sekarang,&quot; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
