<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Private Placement, MAPI Stock Split dengan Rasio 1:10</title><description>Rencana stock split dilakukan agar saham perseroan lebih likuid  dan harga saham dapat terjangkau oleh investor retail.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/278/824188/usai-private-placement-mapi-stock-split-dengan-rasio-1-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/278/824188/usai-private-placement-mapi-stock-split-dengan-rasio-1-10"/><item><title>Usai Private Placement, MAPI Stock Split dengan Rasio 1:10</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/278/824188/usai-private-placement-mapi-stock-split-dengan-rasio-1-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/278/824188/usai-private-placement-mapi-stock-split-dengan-rasio-1-10</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2013 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/19/278/824188/KrBOieCdxT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/19/278/824188/KrBOieCdxT.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement dan pemecahan nilai nominal saham (stock split).Sekretaris Perusahaan MAPI, Fetty Kwartati, mengungkapkan bahwa alasan perseroan melakukan private placement adalah untuk meningkatkan kinerja perseroan guna menambah modal sehingga bisa melakukan ekspansi bisnis. Sementara itu, rencana stock split dilakukan agar saham perseroan lebih likuid dan harga saham dapat terjangkau oleh investor retail.&quot;Kami melihat kedua aksi korporasi tersebut akan menguntungkan perseroan, sementara untuk pelaksanaan aksi tersebut kami masih melihat pasar, selain itu&amp;nbsp; kami juga masih diberikan waktu kurang lebih dua tahun ke depan setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Pasar Modal,&quot; katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6/2013).Sebelumnya, perseroan berencana melakukan private placement dengan melepas sebanyak 166 juta saham atau 10 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan. Adapun harga yang ditawarkan minimal senilai Rp 8.300 per saham dengan nilai nominal Rp500 per saham, sehingga dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp1,37 triliun. Sementara itu, untuk rencana stock split, perseroan berencana memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:10.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement dan pemecahan nilai nominal saham (stock split).Sekretaris Perusahaan MAPI, Fetty Kwartati, mengungkapkan bahwa alasan perseroan melakukan private placement adalah untuk meningkatkan kinerja perseroan guna menambah modal sehingga bisa melakukan ekspansi bisnis. Sementara itu, rencana stock split dilakukan agar saham perseroan lebih likuid dan harga saham dapat terjangkau oleh investor retail.&quot;Kami melihat kedua aksi korporasi tersebut akan menguntungkan perseroan, sementara untuk pelaksanaan aksi tersebut kami masih melihat pasar, selain itu&amp;nbsp; kami juga masih diberikan waktu kurang lebih dua tahun ke depan setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Pasar Modal,&quot; katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6/2013).Sebelumnya, perseroan berencana melakukan private placement dengan melepas sebanyak 166 juta saham atau 10 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan. Adapun harga yang ditawarkan minimal senilai Rp 8.300 per saham dengan nilai nominal Rp500 per saham, sehingga dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp1,37 triliun. Sementara itu, untuk rencana stock split, perseroan berencana memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:10.</content:encoded></item></channel></rss>
