<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Pemilik KFC Terancam Kenaikan Harga BBM</title><description>PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan pada laba bersih  sebesar 197 persen menjadi Rp12,71 miliar dari Rp37,71 miliar pada  kuartal I-2013.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/320/824519/laba-pemilik-kfc-terancam-kenaikan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/320/824519/laba-pemilik-kfc-terancam-kenaikan-harga-bbm"/><item><title>Laba Pemilik KFC Terancam Kenaikan Harga BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/320/824519/laba-pemilik-kfc-terancam-kenaikan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/19/320/824519/laba-pemilik-kfc-terancam-kenaikan-harga-bbm</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2013 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/19/320/824519/HslBQL7S88.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/19/320/824519/HslBQL7S88.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan pada laba bersih sebesar 197 persen menjadi Rp12,71 miliar dari Rp37,71 miliar pada kuartal I-2013. Penurunan tersebut karena terjadi kenaikan pada beban operasional sebesar 6 persen menjadi Rp354,33 miliar dari sebelumnya Rp333,87 miliar.Direktur Keuangan FAST Justinus D Juwono mengatakan, kenaikan pada beban tersebut disebabkan oleh kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 40 persen. Selain itu kinerja perseroan juga berpotensi semakin tertekan seiring kenaikan bahan bakar minyak (BBM).&quot;Kenaikan UMP sebesar 40 persen menambah beban kami, selain itu kenaikan BBM juga mampu melemahkan daya beli masyarakat,&quot; jelas Justinus Djuono, Direktur Keuangan FAST, Rabu (19/6).Justinus mengatakan perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp890,36 miliar atau naik 9 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp815,31 miliar. Sementara itu perseroan menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2013 sebesar Rp4 triliun.&quot;Hingga Mei kami sudah mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun,&quot;jelasnya.Lebih lanjut, menurut Justinus&amp;nbsp; pihaknya sedang mengkaji beberapa opsi sebagai langkah untuk lebih efisiensi kenaikan harga sebagai respon kenaikan UMP dan BBM dengan mengurangi pengeluaran - pengeluaran yang tidak perlu.&quot;Kami akan melakukan langkah efisiensi dengan mengurangi pengeluaran di gerai seperti tidak melengkapi fasilitas pelengkap gerai KFC dan&amp;nbsp; tidak akan merekrut karyawan baru hingga akhir tahun nanti demi mengurangi beban operasional perusahaan yang sudah tertekan oleh kenaikan UMP,&quot; imbuh dia. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan pada laba bersih sebesar 197 persen menjadi Rp12,71 miliar dari Rp37,71 miliar pada kuartal I-2013. Penurunan tersebut karena terjadi kenaikan pada beban operasional sebesar 6 persen menjadi Rp354,33 miliar dari sebelumnya Rp333,87 miliar.Direktur Keuangan FAST Justinus D Juwono mengatakan, kenaikan pada beban tersebut disebabkan oleh kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 40 persen. Selain itu kinerja perseroan juga berpotensi semakin tertekan seiring kenaikan bahan bakar minyak (BBM).&quot;Kenaikan UMP sebesar 40 persen menambah beban kami, selain itu kenaikan BBM juga mampu melemahkan daya beli masyarakat,&quot; jelas Justinus Djuono, Direktur Keuangan FAST, Rabu (19/6).Justinus mengatakan perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp890,36 miliar atau naik 9 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp815,31 miliar. Sementara itu perseroan menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2013 sebesar Rp4 triliun.&quot;Hingga Mei kami sudah mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun,&quot;jelasnya.Lebih lanjut, menurut Justinus&amp;nbsp; pihaknya sedang mengkaji beberapa opsi sebagai langkah untuk lebih efisiensi kenaikan harga sebagai respon kenaikan UMP dan BBM dengan mengurangi pengeluaran - pengeluaran yang tidak perlu.&quot;Kami akan melakukan langkah efisiensi dengan mengurangi pengeluaran di gerai seperti tidak melengkapi fasilitas pelengkap gerai KFC dan&amp;nbsp; tidak akan merekrut karyawan baru hingga akhir tahun nanti demi mengurangi beban operasional perusahaan yang sudah tertekan oleh kenaikan UMP,&quot; imbuh dia. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
