<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi BBM di Jateng Sebelum Harga Baru Naik 36,6%</title><description>Sesaat sebelum harga baru diumumkan, konsumsi BBM jenis Premium tercatat  naik sebesar 13.523 kiloliter (kl) atau naik 36,6 persen dari konsumsi  normal sebesar 9.899 kl.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/22/19/826076/konsumsi-bbm-di-jateng-sebelum-harga-baru-naik-36-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/22/19/826076/konsumsi-bbm-di-jateng-sebelum-harga-baru-naik-36-6"/><item><title>Konsumsi BBM di Jateng Sebelum Harga Baru Naik 36,6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/22/19/826076/konsumsi-bbm-di-jateng-sebelum-harga-baru-naik-36-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/22/19/826076/konsumsi-bbm-di-jateng-sebelum-harga-baru-naik-36-6</guid><pubDate>Sabtu 22 Juni 2013 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/22/19/826076/AbeGl1eR3W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/22/19/826076/AbeGl1eR3W.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO - PT Pertamina Region Jawa Tengah dan DIY mengumumkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah Jateng dan DIY sesaat sebelum pemberlakuan harga baru, mengalami lonjakan cukup tinggi dan merupakan konsumsi tertinggi sejak rencana kenaikan harga digulirkan oleh Pemerintah dibandingkan kondisi normal.External Relation Pertamina Pemasaran Jateng &amp;amp; DIY Heppy Wulansari menjelaskan, sesaat sebelum harga baru diumumkan, konsumsi BBM jenis Premium tercatat naik sebesar 13.523 kiloliter (kl) atau naik 36,6 persen dari konsumsi normal sebesar 9.899 kl. Sedangkan solar mencapai 6.730 kl atau naik sebesar 28 persen.Menurut Heppy, prediksi terjadinnya lonjakan penggunaan konsusmsi BBM sebelum pemberlakuan harga baru sudah diprediksi jauh hari sebelum BBM benar-benar hargannya dinaikan oleh Pertamina. Antisispasi terjadinya lonjakan diantisipasi Pertamina dengan menyalurkan BBM secara terus menerus ke 707 SPBU yang ada di Jawa Tengah dan DIY.Langkah tersebut ditujukan agar tidak terjadi kelangkaan saat harga baru BBM benar-benar diberlakukan. Dan ternyata, ungkap Heppy, prediksi terjadinya lonjakan komsumsi BBM sesaat sebelum pemberlakuan harga baru benar-benar terbukti. Pertamina menurut Heppy, mengetahui sebelum kenaikan harga antrian panjang terjadi di seluruh SPBU yang ada di Jawa Tengah dan DIY.&amp;ldquo;Lonjakan konsumsi dapat kita penuhi dengan baik sehingga menjelang pengumuman kenaikan harga, BBM subsidi tetap tersedia di lapangan dan penyaluran berjalan kondusif,&amp;rdquo; tegas Heppy kepada Okezone, di Solo,Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2013).Ditambahkan Heppy, pascakenaikan harga, konsumsi BBM subsidi, penyaluran BBM dari Pertamina ke SPBU masih cukup tinggi mengingat SPBU harus kembali melakukan peningkatan stock pasca rush kemarin. Sedangkan pembelian di SPBU terpantau sudah tidak ada antrian bahkan beberapa SPBU dilaporkan sepi pembeli.&amp;ldquo;Penyaluran BBM subsididari Terminal BBM ke SPBU pada hari ini (Sabtu 22 Juni) masih cukup tinggi, untuk premium sebesar 13.006 kl dan solar 6.414 kl. Tingginya penyaluran ini karena SPBU harus meningkatkan stock BBM subsidi di tanki pendam pascalonjakan kemarin,&amp;rdquo; jelas Heppy.Meski pengumuman kenaikan harga telah dilakukan, tambah Heppy, Pertamina masih terus menempatkan Satgas dan meminta Terminal BBM untuk tetap beroperasi 24 jam hingga penyaluran BBM Subsidi kembali normal. &quot;Dan kami juga meminta SPBU untuk menjaga stoknya agar premium dan solar tetap tersedia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO - PT Pertamina Region Jawa Tengah dan DIY mengumumkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah Jateng dan DIY sesaat sebelum pemberlakuan harga baru, mengalami lonjakan cukup tinggi dan merupakan konsumsi tertinggi sejak rencana kenaikan harga digulirkan oleh Pemerintah dibandingkan kondisi normal.External Relation Pertamina Pemasaran Jateng &amp;amp; DIY Heppy Wulansari menjelaskan, sesaat sebelum harga baru diumumkan, konsumsi BBM jenis Premium tercatat naik sebesar 13.523 kiloliter (kl) atau naik 36,6 persen dari konsumsi normal sebesar 9.899 kl. Sedangkan solar mencapai 6.730 kl atau naik sebesar 28 persen.Menurut Heppy, prediksi terjadinnya lonjakan penggunaan konsusmsi BBM sebelum pemberlakuan harga baru sudah diprediksi jauh hari sebelum BBM benar-benar hargannya dinaikan oleh Pertamina. Antisispasi terjadinya lonjakan diantisipasi Pertamina dengan menyalurkan BBM secara terus menerus ke 707 SPBU yang ada di Jawa Tengah dan DIY.Langkah tersebut ditujukan agar tidak terjadi kelangkaan saat harga baru BBM benar-benar diberlakukan. Dan ternyata, ungkap Heppy, prediksi terjadinya lonjakan komsumsi BBM sesaat sebelum pemberlakuan harga baru benar-benar terbukti. Pertamina menurut Heppy, mengetahui sebelum kenaikan harga antrian panjang terjadi di seluruh SPBU yang ada di Jawa Tengah dan DIY.&amp;ldquo;Lonjakan konsumsi dapat kita penuhi dengan baik sehingga menjelang pengumuman kenaikan harga, BBM subsidi tetap tersedia di lapangan dan penyaluran berjalan kondusif,&amp;rdquo; tegas Heppy kepada Okezone, di Solo,Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2013).Ditambahkan Heppy, pascakenaikan harga, konsumsi BBM subsidi, penyaluran BBM dari Pertamina ke SPBU masih cukup tinggi mengingat SPBU harus kembali melakukan peningkatan stock pasca rush kemarin. Sedangkan pembelian di SPBU terpantau sudah tidak ada antrian bahkan beberapa SPBU dilaporkan sepi pembeli.&amp;ldquo;Penyaluran BBM subsididari Terminal BBM ke SPBU pada hari ini (Sabtu 22 Juni) masih cukup tinggi, untuk premium sebesar 13.006 kl dan solar 6.414 kl. Tingginya penyaluran ini karena SPBU harus meningkatkan stock BBM subsidi di tanki pendam pascalonjakan kemarin,&amp;rdquo; jelas Heppy.Meski pengumuman kenaikan harga telah dilakukan, tambah Heppy, Pertamina masih terus menempatkan Satgas dan meminta Terminal BBM untuk tetap beroperasi 24 jam hingga penyaluran BBM Subsidi kembali normal. &quot;Dan kami juga meminta SPBU untuk menjaga stoknya agar premium dan solar tetap tersedia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
