<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembahasan Inalum di DPR Ditunda</title><description>Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari  mengatakan, ditundanya Rapat Kerja (Raker) Kemenperin dan Kementerian  BUMN dikarenkan masih berjalannya sidang Paripurna yang membahas UU  ormas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/19/827321/pembahasan-inalum-di-dpr-ditunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/19/827321/pembahasan-inalum-di-dpr-ditunda"/><item><title>Pembahasan Inalum di DPR Ditunda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/19/827321/pembahasan-inalum-di-dpr-ditunda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/19/827321/pembahasan-inalum-di-dpr-ditunda</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2013 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/25/19/827321/clkgyWwKGQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/25/19/827321/clkgyWwKGQ.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Kerja antara Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian mengenai pembahasan Inalum, ditunda sampai Senin 1 Juli 2013.Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari mengatakan, ditundanya Rapat Kerja (Raker) Kemenperin dan Kementerian BUMN dikarenkan masih berjalannya sidang Paripurna yang membahas UU ormas.&quot;Paripurna ormas, karena sepertinya masih alot disana, kan lagi bahas undang-undan ormas, anggota komisi VI juga kan pasti ke paripurna semua,&quot; tegas Anshari kepada wartawan di ruang rapat komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2013).Anshari mengetakan, raker kali ini dikarenakan komisi VI ingin mengetahui progres Inalum. &quot;Komisi VI minta progres Inalum sudah sampai mana,&quot; tutupnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan PT Inalum akan berubah status menjadi perusahaan BUMN baru. Pasalnya, kontrak Inalum saat ini sudah berakhir.&quot;Kan saham Inalum 100 persen milik Indonesia, maka dari itu otomatis menjadi milik BUMN, bukan diambil BUMN,&quot; kata Dahlan.Mantan Dirut PLN itu mengaku apapun keputusan pada saat rakor sore ini setuju saja dengan keputusannya. Inalum menjadi perusahaan baru BUMN yang otomatis menambah perusahaan menjadi 143. &quot;Ya soal pengurangan menjadi 86 BUMN ya paling menambah satu jadi 87 lah,&quot; katanya. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Kerja antara Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian mengenai pembahasan Inalum, ditunda sampai Senin 1 Juli 2013.Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari mengatakan, ditundanya Rapat Kerja (Raker) Kemenperin dan Kementerian BUMN dikarenkan masih berjalannya sidang Paripurna yang membahas UU ormas.&quot;Paripurna ormas, karena sepertinya masih alot disana, kan lagi bahas undang-undan ormas, anggota komisi VI juga kan pasti ke paripurna semua,&quot; tegas Anshari kepada wartawan di ruang rapat komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2013).Anshari mengetakan, raker kali ini dikarenakan komisi VI ingin mengetahui progres Inalum. &quot;Komisi VI minta progres Inalum sudah sampai mana,&quot; tutupnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan PT Inalum akan berubah status menjadi perusahaan BUMN baru. Pasalnya, kontrak Inalum saat ini sudah berakhir.&quot;Kan saham Inalum 100 persen milik Indonesia, maka dari itu otomatis menjadi milik BUMN, bukan diambil BUMN,&quot; kata Dahlan.Mantan Dirut PLN itu mengaku apapun keputusan pada saat rakor sore ini setuju saja dengan keputusannya. Inalum menjadi perusahaan baru BUMN yang otomatis menambah perusahaan menjadi 143. &quot;Ya soal pengurangan menjadi 86 BUMN ya paling menambah satu jadi 87 lah,&quot; katanya. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
