<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capex Sinar Mas Agro Baru Terpakai 20%</title><description>Perseroan akan menggunakan belanja modal untuk pengembangan kebun di  Kalimantan sebesar Rp700 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/278/827276/capex-sinar-mas-agro-baru-terpakai-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/278/827276/capex-sinar-mas-agro-baru-terpakai-20"/><item><title>Capex Sinar Mas Agro Baru Terpakai 20%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/278/827276/capex-sinar-mas-agro-baru-terpakai-20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/278/827276/capex-sinar-mas-agro-baru-terpakai-20</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2013 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/25/278/827276/3jyWHcIaQm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/25/278/827276/3jyWHcIaQm.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) hingga kuartal I-2013 sudah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 20 persen atau Rp520 miliar dari total belanja modal hingga akhir tahun sebesar Rp2,6 triliun.&quot;Hingga kuartal I, realisasi belanja modal baru 20 persen dari total seluruhnya yang dianggarkan, mungkin akan digunakan pada kuartal II, III dan IV,&quot; kata Direktur SMAR Jimmy Pramono di Hotel Le Grandeur Jakarta, Selasa (25/6/2013). Jimmy menambahkan, perseroan akan menggunakan belanja modal untuk pengembangan kebun di Kalimantan sebesar Rp700 miliar atau 26 persen dari total belanja modal yang dianggarkan.&quot;Sementara 44 persen dari belanja modal atau sebesar Rp1,15 triliun akan digunakan untuk penambahan kapasitas pabrik re-finary di tiga pabrik perseroan,&quot; jelasnya.Lebih lanjut dia mengungkapkan, penambahan kapasitas re-finary pabrik akan dilakukan kepada 3 pabrik perseroan, sebanyak 1.000 ton per hari di pabrik perseroan di Belawan, Pabrik Surabaya 1.000 ton per hari di Pabrik Marunda.&quot;Perseroan juga melakukan ekspansi dengan pembangunan tambahan pabrik oil chemical di Belawan dengan nilai investasi Rp750 miliar dari belanja modal,&quot; kata dia.Menurutnya, perseroan akan menggunakan kas internal perusahaan dan juga mencari sumber pembiayaan dari penerbitan obligasi ataupun pinjaman perbankan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) hingga kuartal I-2013 sudah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 20 persen atau Rp520 miliar dari total belanja modal hingga akhir tahun sebesar Rp2,6 triliun.&quot;Hingga kuartal I, realisasi belanja modal baru 20 persen dari total seluruhnya yang dianggarkan, mungkin akan digunakan pada kuartal II, III dan IV,&quot; kata Direktur SMAR Jimmy Pramono di Hotel Le Grandeur Jakarta, Selasa (25/6/2013). Jimmy menambahkan, perseroan akan menggunakan belanja modal untuk pengembangan kebun di Kalimantan sebesar Rp700 miliar atau 26 persen dari total belanja modal yang dianggarkan.&quot;Sementara 44 persen dari belanja modal atau sebesar Rp1,15 triliun akan digunakan untuk penambahan kapasitas pabrik re-finary di tiga pabrik perseroan,&quot; jelasnya.Lebih lanjut dia mengungkapkan, penambahan kapasitas re-finary pabrik akan dilakukan kepada 3 pabrik perseroan, sebanyak 1.000 ton per hari di pabrik perseroan di Belawan, Pabrik Surabaya 1.000 ton per hari di Pabrik Marunda.&quot;Perseroan juga melakukan ekspansi dengan pembangunan tambahan pabrik oil chemical di Belawan dengan nilai investasi Rp750 miliar dari belanja modal,&quot; kata dia.Menurutnya, perseroan akan menggunakan kas internal perusahaan dan juga mencari sumber pembiayaan dari penerbitan obligasi ataupun pinjaman perbankan.</content:encoded></item></channel></rss>
