<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerjasama KIER-Sucofindo Baru Jalan 2014</title><description>PT Sucofindo (Persero) mengadakan kerjasama dengan Korea Selatan  (Korsel) melalui Korea Institute of Energy Research (KIER).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/320/827277/kerjasama-kier-sucofindo-baru-jalan-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/320/827277/kerjasama-kier-sucofindo-baru-jalan-2014"/><item><title>Kerjasama KIER-Sucofindo Baru Jalan 2014</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/320/827277/kerjasama-kier-sucofindo-baru-jalan-2014</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/25/320/827277/kerjasama-kier-sucofindo-baru-jalan-2014</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2013 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/25/320/827277/rGkqYFGmPn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/25/320/827277/rGkqYFGmPn.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Sucofindo (Persero) mengadakan kerjasama dengan Korea Selatan (Korsel) melalui Korea Institute of Energy Research (KIER). Kerjasama ini dilakukan guna meningkatkan kualitas batu bara yang ada di Indonesia. Direktur Komersial 3 Sucofino Sufrin Hannan mengatakan, KIER akan membuka pabrik di wilayah Sumatera Selatan. Dia mengatakan, kerjasama KIER dengan Sucofindo diawali dengan undangan kunjungan oleh KIER ke Korsel.&quot;Terkait teknologi KIER untuk peningkatan teknologi batubara kalori rendah dengan memberikan pengetahuan, bagaimana melakukan upgrading low rank coal itu,&quot; jelasnya konfrensi pers seusai MoU dengan KIER di Gedung Sucofindo, Jakarta, Selasa (25/6/2013).&quot;Kami berperan aktif dengan kegiatan reserach/penelitian ini diutamakan teknologi Korea di lapangan, sehingga nanti kami dan KIER buat Joint Operation Body (JOB), dimana JOB ini akan lakukan kegiatan bersama-sama,&quot; Dia menjelaskan, saat ini Korsel telah menyiapkan teknologinya dan akan melakukan teknologi untuk memfasilitasi teknologi tersebut dari low rank coal dan dipadukan dengan residu palm oil. &quot;Sehingga menjadi bahan bakar lalu diambil oleh Korea dalam rangka pemenuhan energi di Korsel,&quot; jelasnya. Sufrin menjelaskan, kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun dimulai 2014 awal. Menurutnya, pada Januari tahun depan, akan dimulai pembangunan pabrik di Sumatra Selatan selama 10 bulan. &quot;Diprediksi pada Oktober 2014, pabrik sudah mulai beroperasi. Untuk mengimplementasikan hal itu, diperlukan dana sekitar USD90-USD100 juta. Ini dibuka pabrik untuk batubara yang kalori rendah menjadi tinggi, ini menyambut dengan terciptanya UU Mineral,&quot; ucapnya.Setelah diolah menjadi bahan bakar berupa briket, kemudian diekspor ke Korea. &quot;Ini juga langkah konkret dari kami BUMN menghadapi segera diberlakukan UU mineral, dimana lagi enggak boleh hasil tambang diekspor dalam bentuk low material,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sucofindo (Persero) mengadakan kerjasama dengan Korea Selatan (Korsel) melalui Korea Institute of Energy Research (KIER). Kerjasama ini dilakukan guna meningkatkan kualitas batu bara yang ada di Indonesia. Direktur Komersial 3 Sucofino Sufrin Hannan mengatakan, KIER akan membuka pabrik di wilayah Sumatera Selatan. Dia mengatakan, kerjasama KIER dengan Sucofindo diawali dengan undangan kunjungan oleh KIER ke Korsel.&quot;Terkait teknologi KIER untuk peningkatan teknologi batubara kalori rendah dengan memberikan pengetahuan, bagaimana melakukan upgrading low rank coal itu,&quot; jelasnya konfrensi pers seusai MoU dengan KIER di Gedung Sucofindo, Jakarta, Selasa (25/6/2013).&quot;Kami berperan aktif dengan kegiatan reserach/penelitian ini diutamakan teknologi Korea di lapangan, sehingga nanti kami dan KIER buat Joint Operation Body (JOB), dimana JOB ini akan lakukan kegiatan bersama-sama,&quot; Dia menjelaskan, saat ini Korsel telah menyiapkan teknologinya dan akan melakukan teknologi untuk memfasilitasi teknologi tersebut dari low rank coal dan dipadukan dengan residu palm oil. &quot;Sehingga menjadi bahan bakar lalu diambil oleh Korea dalam rangka pemenuhan energi di Korsel,&quot; jelasnya. Sufrin menjelaskan, kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun dimulai 2014 awal. Menurutnya, pada Januari tahun depan, akan dimulai pembangunan pabrik di Sumatra Selatan selama 10 bulan. &quot;Diprediksi pada Oktober 2014, pabrik sudah mulai beroperasi. Untuk mengimplementasikan hal itu, diperlukan dana sekitar USD90-USD100 juta. Ini dibuka pabrik untuk batubara yang kalori rendah menjadi tinggi, ini menyambut dengan terciptanya UU Mineral,&quot; ucapnya.Setelah diolah menjadi bahan bakar berupa briket, kemudian diekspor ke Korea. &quot;Ini juga langkah konkret dari kami BUMN menghadapi segera diberlakukan UU mineral, dimana lagi enggak boleh hasil tambang diekspor dalam bentuk low material,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
