<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Dahlan Tak Izinkan Antam Ambil Alih Inalum</title><description>&quot;Harus BUMN murni dulu, karena kalau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kan setengahnya milik publik,&quot; kata Dahlan,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/alasan-dahlan-tak-izinkan-antam-ambil-alih-inalum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/alasan-dahlan-tak-izinkan-antam-ambil-alih-inalum"/><item><title>Alasan Dahlan Tak Izinkan Antam Ambil Alih Inalum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/alasan-dahlan-tak-izinkan-antam-ambil-alih-inalum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/alasan-dahlan-tak-izinkan-antam-ambil-alih-inalum</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2013 09:42 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/27/320/828267/not5VHYXX0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/27/320/828267/not5VHYXX0.jpg</image><title>Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan pengambilalihan aset PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tidak akan melibatkan perusahaan BUMN lainnya.&quot;Harus BUMN murni dulu, karena kalau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kan setengahnya milik publik,&quot; kata Dahlan, seusai Rapim di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (27/6/2013).Dahlan menambahkan, untuk saat ini Inalum akan habis kontraknya, dengan begitu harus kembali ke tangan Indonesia. &quot;Yang jelas tahun ini kontrak Inalum sudah selesai, harus dikembalikan ke Indonesia, ini kan finalnya,&quot; tambahnya.Selain itu, Dahlan menegaskan jika Inalum akan menjadi BUMN, maka akan tetap menggunakan nama yang sama, atau tetap PT Inalum. &quot;Tetap namanya Inalum, tinggal jalankan cash flow-nya,&quot; tutupnya.Diberitakan sebelumnya, pemerintah bertekad untuk menasionalisasi Inalum tahun ini. Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana mencapai Rp7 triliun.Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, pada 1 November 2013 PT Inalum akan 100 persen dimiliki oleh Indonesia. Setelah diambil, maka akan dilakukan perubahan struktur manajemen dari Inalum, agar dapat diisi oleh orang dalam negeri.&quot;Top eksekutif enggak ada orang Jepang. Prinsipnya, kalau sudah 100 persen tidak ada lagi (orang Jepang),&quot; kata Hidayat usai rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan pengambilalihan aset PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tidak akan melibatkan perusahaan BUMN lainnya.&quot;Harus BUMN murni dulu, karena kalau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kan setengahnya milik publik,&quot; kata Dahlan, seusai Rapim di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (27/6/2013).Dahlan menambahkan, untuk saat ini Inalum akan habis kontraknya, dengan begitu harus kembali ke tangan Indonesia. &quot;Yang jelas tahun ini kontrak Inalum sudah selesai, harus dikembalikan ke Indonesia, ini kan finalnya,&quot; tambahnya.Selain itu, Dahlan menegaskan jika Inalum akan menjadi BUMN, maka akan tetap menggunakan nama yang sama, atau tetap PT Inalum. &quot;Tetap namanya Inalum, tinggal jalankan cash flow-nya,&quot; tutupnya.Diberitakan sebelumnya, pemerintah bertekad untuk menasionalisasi Inalum tahun ini. Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana mencapai Rp7 triliun.Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, pada 1 November 2013 PT Inalum akan 100 persen dimiliki oleh Indonesia. Setelah diambil, maka akan dilakukan perubahan struktur manajemen dari Inalum, agar dapat diisi oleh orang dalam negeri.&quot;Top eksekutif enggak ada orang Jepang. Prinsipnya, kalau sudah 100 persen tidak ada lagi (orang Jepang),&quot; kata Hidayat usai rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
