<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Ribu Ton Cabai Banjiri Pasar Indonesia di Semester II</title><description>Kementerian Perdagangan mengaku siap menerima impor cabai sebanyak 10 ribu ton pada semester II-2013.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828485/10-ribu-ton-cabai-banjiri-pasar-indonesia-di-semester-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828485/10-ribu-ton-cabai-banjiri-pasar-indonesia-di-semester-ii"/><item><title>10 Ribu Ton Cabai Banjiri Pasar Indonesia di Semester II</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828485/10-ribu-ton-cabai-banjiri-pasar-indonesia-di-semester-ii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828485/10-ribu-ton-cabai-banjiri-pasar-indonesia-di-semester-ii</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2013 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/27/320/828485/ZV0WaOIe6k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/27/320/828485/ZV0WaOIe6k.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengaku pihaknya siap menerima impor cabai sebanyak 10 ribu ton pada semester II-2013.&quot;Alokasinya itu sekitar segitu untuk semester ke II sebesar 10 ribu ton,&quot; ujar Bachrul, saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Jakarta, Kamis (27/6/2013).Namun demikian, dia menjelaskan, bahwa komoditas impor tersebut belum akan masuk ke kawasan Pulau Jawa. &quot;Ini bukan di daerah Jawa, sehingga tidak terpengaruhi pasar,&quot; tukasnya.Sementara itu, Bachrul beralasan atas ini dilakukan untuk menjaga stok karena tidak ada panen di musim ke dua. &quot;Makanya itu kita tidak ada masa panen jadi ada impor untuk kebutuhan akhir tahun hingga awal tahun,&quot; tuturnya.Untuk saat ini ia mengaku, stok cabai masih mencukupi. Jadi jika ada gejolak harga cabai tersebut ini disebabkan karena adanya ulah spekulasi para pedagang. &quot;Menurut informasinya dari asosiasi cabai, survei cukup. Jadi ini masalah ekspektasi saja,&quot; tegas dia.Lebih lanjut, Bachrul menambahkan, akan ada evaluasi tentang komoditas pangan. Hal ini dilakukan demi keseimbangan harga cabai sehingga bisa menjaga inflasi. &quot;Awal Juli ini kita akan evaluasi dengan kementerian terkait,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengaku pihaknya siap menerima impor cabai sebanyak 10 ribu ton pada semester II-2013.&quot;Alokasinya itu sekitar segitu untuk semester ke II sebesar 10 ribu ton,&quot; ujar Bachrul, saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Jakarta, Kamis (27/6/2013).Namun demikian, dia menjelaskan, bahwa komoditas impor tersebut belum akan masuk ke kawasan Pulau Jawa. &quot;Ini bukan di daerah Jawa, sehingga tidak terpengaruhi pasar,&quot; tukasnya.Sementara itu, Bachrul beralasan atas ini dilakukan untuk menjaga stok karena tidak ada panen di musim ke dua. &quot;Makanya itu kita tidak ada masa panen jadi ada impor untuk kebutuhan akhir tahun hingga awal tahun,&quot; tuturnya.Untuk saat ini ia mengaku, stok cabai masih mencukupi. Jadi jika ada gejolak harga cabai tersebut ini disebabkan karena adanya ulah spekulasi para pedagang. &quot;Menurut informasinya dari asosiasi cabai, survei cukup. Jadi ini masalah ekspektasi saja,&quot; tegas dia.Lebih lanjut, Bachrul menambahkan, akan ada evaluasi tentang komoditas pangan. Hal ini dilakukan demi keseimbangan harga cabai sehingga bisa menjaga inflasi. &quot;Awal Juli ini kita akan evaluasi dengan kementerian terkait,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
