<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Produksi Freeport Belum Bisa Lampaui 140 Ribu Ton/hari</title><description>Kendati belum ada izin untuk operasi tambang underground, dari surface mining sudah menghasilkan sekitar 140 ton  per hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/19/830105/produksi-freeport-belum-bisa-lampaui-140-ribu-ton-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/19/830105/produksi-freeport-belum-bisa-lampaui-140-ribu-ton-hari"/><item><title> Produksi Freeport Belum Bisa Lampaui 140 Ribu Ton/hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/19/830105/produksi-freeport-belum-bisa-lampaui-140-ribu-ton-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/19/830105/produksi-freeport-belum-bisa-lampaui-140-ribu-ton-hari</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2013 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/01/19/830105/Zpi8M2uBfp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/01/19/830105/Zpi8M2uBfp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sejak insiden runtuhnya terowongan Big Gossan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 14 Mei lalu, pemerintah masih belum memberikan izin operasi untuk tambang bawah tanah (underground).Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto mengatakan untuk tambang underground belum diperbolehkan operasi karena masih menunggu laporan (report) dari tim investigasi dan tim Independent.&quot;Setelah ada laporan dari tim tersebut, nanti akan dilaporkan ke Dirjen Migas Kementrian ESDM, jadi tunggu saja,&quot; kata Rozik kepada wartawan di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senini (1/7/2013).Menurut Rozik, Freeport akan mengajukan surat ke Pemerintah agar tambang underground tersebut dapat dibuka kembali, apabila sudah ada laporan dari tim Independen.&quot;Belum, yang kita ajukan itu surface mining. Yang underground kalau semuanya dianggap siap tentunya Kementrian ESDM akan memberikan,&quot; jelas Rozik.Kendati belum ada izin untuk operasi tambang underground, Rozik mengatakan dari surface mining sudah menghasilkan sekitar 140 ton per hari. &quot;Sekarang dari surface mining. Sekitar 140 ribu ton per day. Surface sudah normal. Tinggal kita menjaga lebih sustainable,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak insiden runtuhnya terowongan Big Gossan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 14 Mei lalu, pemerintah masih belum memberikan izin operasi untuk tambang bawah tanah (underground).Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto mengatakan untuk tambang underground belum diperbolehkan operasi karena masih menunggu laporan (report) dari tim investigasi dan tim Independent.&quot;Setelah ada laporan dari tim tersebut, nanti akan dilaporkan ke Dirjen Migas Kementrian ESDM, jadi tunggu saja,&quot; kata Rozik kepada wartawan di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senini (1/7/2013).Menurut Rozik, Freeport akan mengajukan surat ke Pemerintah agar tambang underground tersebut dapat dibuka kembali, apabila sudah ada laporan dari tim Independen.&quot;Belum, yang kita ajukan itu surface mining. Yang underground kalau semuanya dianggap siap tentunya Kementrian ESDM akan memberikan,&quot; jelas Rozik.Kendati belum ada izin untuk operasi tambang underground, Rozik mengatakan dari surface mining sudah menghasilkan sekitar 140 ton per hari. &quot;Sekarang dari surface mining. Sekitar 140 ribu ton per day. Surface sudah normal. Tinggal kita menjaga lebih sustainable,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
