<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timah Targetkan Volume Penjualan 30 Ribu MT</title><description>Direktur Utama TINS, Sukrisno mengatakan perolehan semester ini memang  turun dibandingkan sebelumnya, hal tersebut lantaran kondisi komoditas  di pasar yang belum pulih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/320/830145/timah-targetkan-volume-penjualan-30-ribu-mt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/320/830145/timah-targetkan-volume-penjualan-30-ribu-mt"/><item><title>Timah Targetkan Volume Penjualan 30 Ribu MT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/320/830145/timah-targetkan-volume-penjualan-30-ribu-mt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/01/320/830145/timah-targetkan-volume-penjualan-30-ribu-mt</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2013 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/01/320/830145/R5L2JgupFS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/01/320/830145/R5L2JgupFS.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menargetkan volume penjualan hingga akhir tahun hingga 30 ribu metrik ton, hingga semester pertama volume penjualan perseroan mencapai 12 ribu metrik ton. Pencapaian tersebut turun dibandingkan periode tahun lalu karena tren pasar.Direktur Utama TINS, Sukrisno mengatakan perolehan semester ini memang turun dibandingkan sebelumnya, hal tersebut lantaran kondisi komoditas di pasar yang belum pulih.&quot;Volume penjualan kita sudah 40 persen dari target tahun ini, tapi kita optimistis target dapat tercapai karena semester dua tren akan kembali baik,&quot; katanya dalam Business Executive Gathering, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).Seperti diketahui pemerintah mengeluarkan Permendag no 78 tentang ketentuan ekspor timah. Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Sukrisno berharap harga jual kembali naik.&quot;Kami yakin harga jual rata-rata akan naik menjadi USD23 ribu metrik per ton, saat ini harganya USD20 ribu&amp;nbsp; metrik per ton,&quot; jelasnya.Sukrisno menambahkan, kenaikan pada penjualan serta harga yang kembali naik, membuat perseroan optimistis dapat membukukan laba bersih hingga akhir tahun sebesar Rp1 triliun.&quot;Target laba Rp1 triliun agak susah memang, tapi kalau&amp;nbsp; harga naik diangka USD25 ribu-USD27 ribu, kami yakin semester kedua akan tercapai,&quot; imbuh dia. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menargetkan volume penjualan hingga akhir tahun hingga 30 ribu metrik ton, hingga semester pertama volume penjualan perseroan mencapai 12 ribu metrik ton. Pencapaian tersebut turun dibandingkan periode tahun lalu karena tren pasar.Direktur Utama TINS, Sukrisno mengatakan perolehan semester ini memang turun dibandingkan sebelumnya, hal tersebut lantaran kondisi komoditas di pasar yang belum pulih.&quot;Volume penjualan kita sudah 40 persen dari target tahun ini, tapi kita optimistis target dapat tercapai karena semester dua tren akan kembali baik,&quot; katanya dalam Business Executive Gathering, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).Seperti diketahui pemerintah mengeluarkan Permendag no 78 tentang ketentuan ekspor timah. Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Sukrisno berharap harga jual kembali naik.&quot;Kami yakin harga jual rata-rata akan naik menjadi USD23 ribu metrik per ton, saat ini harganya USD20 ribu&amp;nbsp; metrik per ton,&quot; jelasnya.Sukrisno menambahkan, kenaikan pada penjualan serta harga yang kembali naik, membuat perseroan optimistis dapat membukukan laba bersih hingga akhir tahun sebesar Rp1 triliun.&quot;Target laba Rp1 triliun agak susah memang, tapi kalau&amp;nbsp; harga naik diangka USD25 ribu-USD27 ribu, kami yakin semester kedua akan tercapai,&quot; imbuh dia. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
