<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gapki: Kebakaran Berasal dari Hutan Gambut</title><description>Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit  Indonesia (GAPKI) Tungkot Sipayung mengatakan, kebakaran hutan di Riau  dalam beberapa pekan kemarin bukan berasal dari perkebunan kelapa sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/02/320/830613/gapki-kebakaran-berasal-dari-hutan-gambut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/02/320/830613/gapki-kebakaran-berasal-dari-hutan-gambut"/><item><title>Gapki: Kebakaran Berasal dari Hutan Gambut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/02/320/830613/gapki-kebakaran-berasal-dari-hutan-gambut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/02/320/830613/gapki-kebakaran-berasal-dari-hutan-gambut</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2013 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/02/320/830613/VAOjOfjhwm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/02/320/830613/VAOjOfjhwm.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tungkot Sipayung mengatakan, kebakaran hutan di Riau dalam beberapa pekan kemarin bukan berasal dari perkebunan kelapa sawit. Melainkan, hutan gambut yang menyebabkan perkebunan kelapa sawit menjadi ikut terbakar.&quot;Kelapa sawit itu justru jadi korban, karena logikanya tidak akan ada pengusaha yang membakar sawitnya,&quot; ujar Tungkot kepada wartawan seusai acara Semiloka Nusantara 'Solusi dan Alternatif Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Indonesia' di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (2/7/2013).Menurut Tungkot, perkebunan kelapa sawit juga bukan penyebab deforestasi terbesar di Indonesia. Akan tetapi perkebunan kelapa sawit merupakan areforestasi yang menguntungkan ekosistem di Indonesia.&quot;Perkebunan kelapa sawit bukan penyebab deforastasi terbesar, melainkan areforestasi atau restorasi ekosistem di Indonesia,&quot; tambahnya.Sekedar informasi, pada Selasa (18/6/2013) kebakaran hutan di Riau kembali terjadi. Data terakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat 106 titik api. Titik api menyebar di 12 kabupaten dan kota di Riau. Kebakaran paling parah&amp;nbsp; di Kabupaten Pelalawan yakni sebanyak 26 titik api.&quot;Lainnya menyebar di Rohil, Siak, Inhu, dan kabupaten kota lainnya,&quot; kata staf BMKG Pekanbaru, Tri Puriyanti.Berdasarkan data satelit NOA 18, Riau memang merupakan daerah paling banyak ditemukan di Pulau Sumatra. Seluruh Sumatra terdapat 113, namun terbanyak di Riau berjumlah 106. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tungkot Sipayung mengatakan, kebakaran hutan di Riau dalam beberapa pekan kemarin bukan berasal dari perkebunan kelapa sawit. Melainkan, hutan gambut yang menyebabkan perkebunan kelapa sawit menjadi ikut terbakar.&quot;Kelapa sawit itu justru jadi korban, karena logikanya tidak akan ada pengusaha yang membakar sawitnya,&quot; ujar Tungkot kepada wartawan seusai acara Semiloka Nusantara 'Solusi dan Alternatif Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Indonesia' di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (2/7/2013).Menurut Tungkot, perkebunan kelapa sawit juga bukan penyebab deforestasi terbesar di Indonesia. Akan tetapi perkebunan kelapa sawit merupakan areforestasi yang menguntungkan ekosistem di Indonesia.&quot;Perkebunan kelapa sawit bukan penyebab deforastasi terbesar, melainkan areforestasi atau restorasi ekosistem di Indonesia,&quot; tambahnya.Sekedar informasi, pada Selasa (18/6/2013) kebakaran hutan di Riau kembali terjadi. Data terakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat 106 titik api. Titik api menyebar di 12 kabupaten dan kota di Riau. Kebakaran paling parah&amp;nbsp; di Kabupaten Pelalawan yakni sebanyak 26 titik api.&quot;Lainnya menyebar di Rohil, Siak, Inhu, dan kabupaten kota lainnya,&quot; kata staf BMKG Pekanbaru, Tri Puriyanti.Berdasarkan data satelit NOA 18, Riau memang merupakan daerah paling banyak ditemukan di Pulau Sumatra. Seluruh Sumatra terdapat 113, namun terbanyak di Riau berjumlah 106. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
