<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi Masa Kini, Infrastruktur Masa Depan</title><description>Pemerintah mematok angka inflasi mencapai 7,2 persen lantaran adanya  kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/05/20/832591/subsidi-masa-kini-infrastruktur-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/05/20/832591/subsidi-masa-kini-infrastruktur-masa-depan"/><item><title>Subsidi Masa Kini, Infrastruktur Masa Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/05/20/832591/subsidi-masa-kini-infrastruktur-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/05/20/832591/subsidi-masa-kini-infrastruktur-masa-depan</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2013 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/05/20/832591/ICHOGAvZSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/05/20/832591/ICHOGAvZSa.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mematok angka inflasi mencapai 7,2 persen lantaran adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Padahal, penghematan untuk subsidi hanya berdampak masa sekarang saja.&quot;Menurut saya itu angka teratas. Dan harus diingat, kita lihat inflasi tahunan itu ada bagusnya kita lihat inflasi rata-rata, dan awal tahun ini berapa rata-ratanya,&quot; ujar ekonom ADB Edimon Ginting saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/7/2013).Edimon mengatakan, bila setengah tahun pertama rendah inflasinya dapat dimungkinkan sekira 6,5 persen secara tahunan, maka masih memungkinkan untuk terjadi stabilitas.&quot;Yang paling penting dari penghematan subsidi menurut saya ke depan adalah kemampuan pemerintah untuk mengalihkan penghematan subsidi untuk infrastruktur dan lain-lain, itu akan memperkuat pertumbuhan karena infrastruktur itu tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi sekarang, tapi juga pertumbuhan beberapa ke depan,&quot; katanya.Dia menjelaskan, jika BBM terus disubsidi, maka dampaknya hanya untuk masa sekarang yakni membantu pertumbuhan. Namun di sisi lain, subsidi tersebut habis juga untuk saat ini. &quot;kita lihat itu neraca makin defisit, kalau dimasukkan untuk infrastruktur, itu akan memperkuat pertumbuhan kita ke depan, ini yang sangat penting menurut saya,&quot; ujar Edimon.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mematok angka inflasi mencapai 7,2 persen lantaran adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Padahal, penghematan untuk subsidi hanya berdampak masa sekarang saja.&quot;Menurut saya itu angka teratas. Dan harus diingat, kita lihat inflasi tahunan itu ada bagusnya kita lihat inflasi rata-rata, dan awal tahun ini berapa rata-ratanya,&quot; ujar ekonom ADB Edimon Ginting saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/7/2013).Edimon mengatakan, bila setengah tahun pertama rendah inflasinya dapat dimungkinkan sekira 6,5 persen secara tahunan, maka masih memungkinkan untuk terjadi stabilitas.&quot;Yang paling penting dari penghematan subsidi menurut saya ke depan adalah kemampuan pemerintah untuk mengalihkan penghematan subsidi untuk infrastruktur dan lain-lain, itu akan memperkuat pertumbuhan karena infrastruktur itu tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi sekarang, tapi juga pertumbuhan beberapa ke depan,&quot; katanya.Dia menjelaskan, jika BBM terus disubsidi, maka dampaknya hanya untuk masa sekarang yakni membantu pertumbuhan. Namun di sisi lain, subsidi tersebut habis juga untuk saat ini. &quot;kita lihat itu neraca makin defisit, kalau dimasukkan untuk infrastruktur, itu akan memperkuat pertumbuhan kita ke depan, ini yang sangat penting menurut saya,&quot; ujar Edimon.</content:encoded></item></channel></rss>
